KPK Buka Peluang Jerat Eks Bupati Kutai Kartanegara Tersangka Suap
Senin, 06 September 2021 - 13:56 WIB
KPK membuka kemungkinan jerat eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menjadi tersangka penyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan jerat eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menjadi tersangka penyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.
"Sepanjang ditemukan bukti cukup, KPK pasti tak segan menetapkan pihak siapapun sebagai tersangka sebagai pengembangannya," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Ali menjelaskan KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka tentu bukan karena keinginan pihak-pihak tertentu, namun karena adanya kecukupan alat bukti. "Dan kami tentu selalu informasikan setiap perkembangan proses penyidikannya secara transparan," jelasnya. Baca juga: Beri Suap Rp5 Miliar ke AKP Stepanus, KPK Didesak Tersangkakan Rita Widyasari
Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak KPK segera menetapkan eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari sebagai tersangka karena telah menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Baca juga: KPK Tahan Paksa 17 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo
"Sepanjang ditemukan bukti cukup, KPK pasti tak segan menetapkan pihak siapapun sebagai tersangka sebagai pengembangannya," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Ali menjelaskan KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka tentu bukan karena keinginan pihak-pihak tertentu, namun karena adanya kecukupan alat bukti. "Dan kami tentu selalu informasikan setiap perkembangan proses penyidikannya secara transparan," jelasnya. Baca juga: Beri Suap Rp5 Miliar ke AKP Stepanus, KPK Didesak Tersangkakan Rita Widyasari
Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak KPK segera menetapkan eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari sebagai tersangka karena telah menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Baca juga: KPK Tahan Paksa 17 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo
Lihat Juga :