AHY Tegaskan Suara Kritis Rakyat Tak Boleh Dibungkam

Rabu, 01 September 2021 - 08:28 WIB
"Sebaliknya, jika kita tidak siap, gagal beradaptasi, dan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka bersiaplah kita menjadi penonton, menjadi pecundang, bahkan di negerinya sendiri," ujarnya.

Karena, kata putra sulung Presiden RI ke-6 ini, yang pasti hanyalah perubahan, dan masa depan adalah sesuatu tak pasti.

"Yang konstan hanyalah perubahan. The only constant is change. Yang pasti adalah ketidakpastian. The only thing that is certain, is the uncertainty of our future (sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian masa depan),” tegasnya.

Oleh karena itu, lulusan Harvard University ini mengajak seluruh elemen bersatu padu untuk melawan pandemi dan memulihkan okonomi. Karena ia melihat, pandemi Covid-19 justru membuat kemunduran, sehingga semua perlu bersatu melawan pandemi, kesatuan dalam komando, dan bukan berarti jalan demokrasi ditutup.

"Realitas hari ini, pandemi Covid-19 telah membuat kita set-back sekian tahun ke belakang. Oleh karena itu mari kita bersatu padu untuk melawan pandemi, dan memulihkan ekonomi. Bersatu padu dalam tujuan, bukan berarti seragam dalam pemikiran. Kesatuan komando dalam menghadapi krisis besar memang dibutuhkan, tapi bukan berarti demokrasi tidak diberikan jalan," tutur AHY.

AHY menegaskan, dalam kondisi segenting apapun, suara kritis rakyat tak boleh dibungkam, termasuk pers dan juga kelompok masyarakat, demi mekanisme checks and balamces.

"Dalam kondisi segenting apapun, suara kritis rakyat, termasuk pers dan civil society tidak boleh dibungkam, karena mekanisme checks and balances tetap mutlak dijalankan. Justru sebaliknya, semua komponen bangsa harus dilibatkan dan diberdayakan," tegas Direktur Eksekutif The Yudhoyono Isntitute ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!