Jokowi Panen Pujian Bos Parpol, Demokrat Ingatkan Banyak Warga Mati karena Pandemi

Minggu, 29 Agustus 2021 - 14:50 WIB
Herzaky menganggap saat ini masih terlalu dini untuk melakukan selebrasi. Lebih baik terus melakukan evaluasi, dan, tentunya mempersiapkan mitigasi agar ada antisipasi jika nanti ada serbuan dari varian baru virus penyebab pandemi ini. "Janganlah mengulang kesalahan sama, seperti ketika di awal pandemi, maupun tatkala varian delta menyerbu negeri di Juni-Juli lalu. Pemerintah gelagapan dan kekacauan terjadi dimana-mana," ujarnya.

"Oksigen sulit diperoleh di mana-mana sampai banyak rakyat penderita covid-19 kehilangan nyawa karena tidak kebagian oksigen, rakyat terbaring di parkiran menanti giliran bisa dirawat inap di rumah sakit, maupun tenaga kesehatan banyak yang kelelahan dan kemudian meregang nyawa karena menangani pasien tak pernah henti," sambung Zaky sapaan akrabnya.

Di sisi lain, menurut Zaky, semua pihak mengnginkan agar negeri ini terbebas dari pandemi. Jika memang belum bisa terbebas segera, setidaknya tak ada lagi anak negeri ini yang mesti kehilangan nyawa karena pandemi. Untuk itu, perlu kerja keras kita semua, terutama pemerintah.

"Pemerintah sebaiknya fokus untuk terus memikirkan dan menempuh kebijakan yang benar-benar efektif, bukan sekedar menyelesaikan apa yang di depan mata saja, tapi menyisakan persoalan di kemudian hari. Rasio jumlah pasien positif Covid-19, rasio jumlah kematian, maupun jumlah penduduk yang divaksin, masih sangat jauh dibandingkan standar WHO, ataupun negara-negara tetangga. Terlalu dini untuk berpuas diri," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!