Elektabilitas Sama-sama Berubah 3%, PDIP Melorot Gerindra Naik
Rabu, 25 Agustus 2021 - 19:11 WIB
Ia menyebutkan hal yang unik justru ada di Partai Gerindra di mana elektabilitas cenderung meningkat. "Ada dampak juga ke partai koalisi pemerintah. Paling terdampak PDIP wajar karena approvalnya dari Jokowi. Gerindra di saat trend pemerintah menurun, tapi elektabilitas meningkat. Hal ini dikarenakan di mata memori publik Gerindra belum dianggap partai pendukung pemerintah. Meskipun dalam kebijakan publik," jelas Burhanuddin Muhtadi.
Dalam survei Indikator tersebut apabila Pemilu Legislatif diadakan sekarang, PDIP memperoleh suara teratas dengan 24.4%. Menyusul Gerindra 12.8%, Golkar 9%, Demokrat 9%. Kemudian PKB 8.2%, PKS 7%, PPP 3.9%, Nasdem 3.5%, dan PAN 2.2%.
"Tingkat kedekatan pemilih terhadap partai sangat rendah hanya 11%. Hal ini membuat volatilitas dukungan electoral partai politik sangat dinamis," tandas Burhanuddin.
Sebagaimana diketahui, Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 30 Juli - 4 Agustus 2021 dengan metode survei tatap muka pada WNI dengan hak pilih, jumlah responden 1.220 orang dengan toleransi margin of error statistik kurang lebih 2,9%.
Dalam survei Indikator tersebut apabila Pemilu Legislatif diadakan sekarang, PDIP memperoleh suara teratas dengan 24.4%. Menyusul Gerindra 12.8%, Golkar 9%, Demokrat 9%. Kemudian PKB 8.2%, PKS 7%, PPP 3.9%, Nasdem 3.5%, dan PAN 2.2%.
"Tingkat kedekatan pemilih terhadap partai sangat rendah hanya 11%. Hal ini membuat volatilitas dukungan electoral partai politik sangat dinamis," tandas Burhanuddin.
Sebagaimana diketahui, Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 30 Juli - 4 Agustus 2021 dengan metode survei tatap muka pada WNI dengan hak pilih, jumlah responden 1.220 orang dengan toleransi margin of error statistik kurang lebih 2,9%.
(muh)
Lihat Juga :