Dramatis, Detik demi Detik Proses Evakuasi WNI dari Afghanistan
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 05:28 WIB
Retno menjelaskan, rute yang ditempuh pesawat TNI AU adalah Jakarta, Aceh, Kolombo, Islamabad dan Kabul. Dari awal keberangkatan, pesawat memang dirancang untuk bermalam di Islamabad, Pakistan. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan penerbangan Islamabad-Kabul sangat pendek yaitu sekitar 1 jam atau kurang dari satu jam, pesawat bisa bergerak dengan cepat jika kesempatan mendarat di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan diberikan sewaktu-waktu.
Sebagaimana diketahui, kata Retno, dalam proses evakuasi ini ada beberapa hal yang harus dilakukan secara paralel, bukan one after another. Karena itu, begitu pesawat take off maka berada yang di darat mengurus segala perizinan yang tersisa. Termasuk izin lintas udara dan izin mendarat di Kabul. Ia bersyukur izin lintas udara dapat diperoleh dan pesawat mendarat di Islamabad pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat. Koordinasi izin mendarat pesawat di bandara Kabul semula juga sudah berhasil didapat untuk 19 Agustus pagi sekitar pukul 04.10 WIB.
"Namun, izin tersebut ditarik dan ditunda karena ada perkembangan yang tidak kondusif. Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah," tutur Retno.
Baca juga: Cerita di Balik Penggunaan Pesawat TNI AU dalam Evakuasi WNI dari Afghanistan
Dengan situasi baru ini, dia melanjutkan, Indonesia harus mengurus izin mendarat baru lagi, koordinasi terus dilakukan baik secara internal maupun secara eksternal, dari 18 Agustus malam sampai dengan 20 Agustus dini hari, baik secara internal maupun eksternal, untuk mengurus evakuasi hingha mengurus izin pendarata di Bandara Kabul. Tim juga memutuskan bahwa pesawat tetap menunggu di Islamabad.
Sebagaimana diketahui, kata Retno, dalam proses evakuasi ini ada beberapa hal yang harus dilakukan secara paralel, bukan one after another. Karena itu, begitu pesawat take off maka berada yang di darat mengurus segala perizinan yang tersisa. Termasuk izin lintas udara dan izin mendarat di Kabul. Ia bersyukur izin lintas udara dapat diperoleh dan pesawat mendarat di Islamabad pada 18 Agustus pukul 20.27 waktu setempat. Koordinasi izin mendarat pesawat di bandara Kabul semula juga sudah berhasil didapat untuk 19 Agustus pagi sekitar pukul 04.10 WIB.
"Namun, izin tersebut ditarik dan ditunda karena ada perkembangan yang tidak kondusif. Perubahan yang sangat cepat menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah," tutur Retno.
Baca juga: Cerita di Balik Penggunaan Pesawat TNI AU dalam Evakuasi WNI dari Afghanistan
Dengan situasi baru ini, dia melanjutkan, Indonesia harus mengurus izin mendarat baru lagi, koordinasi terus dilakukan baik secara internal maupun secara eksternal, dari 18 Agustus malam sampai dengan 20 Agustus dini hari, baik secara internal maupun eksternal, untuk mengurus evakuasi hingha mengurus izin pendarata di Bandara Kabul. Tim juga memutuskan bahwa pesawat tetap menunggu di Islamabad.
Lihat Juga :