Mungkinkah PKS Usung Anies Baswedan di Pilpres daripada Salim Segaf?
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 14:58 WIB
Sepengetahuan Pangi, tidak ada partai politik yang hanya meramaikan kontestasi, menjadi peserta penggembira atau calon hore. "Ceritanya partai tetap ingin memenangkan kontestasi elektoral dalam pilpres," ujarnya. Baca juga: PKS Calonkan Kader Sendiri di Pilpres 2024, Mungkinkah?
Pangi meyakini PKS tidak mau lagi jagoannya kalah. "Kan capek juga 10 tahun menjadi partai oposisi, partai kering dan puasa. Harus berkuasa tentu harus pintar-pintar memainkan desain strategi," ungkapnya.
Kemudian, kata dia, untuk bisa berkuasa harus mengusung dan mendukung Capres yang memiliki kans besar untuk menang. Nah, untuk mengukurnya, kata dia, bisa dengan melihat tren hasil survei. "Dalam konteks politik biasanya disebut bandwagon effect, gerombolan perilaku pemilih akan memilih capres yang bakal menang, ngapain memilih calon yang ternyata pada akhirnya nanti kalah," imbuhnya.
Dia memprediksi PKS tidak memikirkan menang atau kalah, asalkan mengusung kader sendiri. Sebab, PKS dinilai akan mendapatkan coat-tail effect atau efek ekor jas akibat konsekuensi Pemilu serentak pilpres dan pileg. "Otomatis partai yang mengusung kadernya mendapatkan berkah elektoral durian runtuh, kira-kira begitu," ungkapnya.
Namun, Pangi mengatakan umumnya sebuah partai politik akan memutuskan siapa jagoannya di pilpres dan mengenai koalisi di menit terakhir. "Atau last minute memutuskan calon presiden, ini biasanya juga strategi mengulur agar langkah politik tidak mudah dibaca tim lawan politik, agar tak mudah dipintas desain arsitektur kemenangan sama lawan tanding," pungkasnya.
Pangi meyakini PKS tidak mau lagi jagoannya kalah. "Kan capek juga 10 tahun menjadi partai oposisi, partai kering dan puasa. Harus berkuasa tentu harus pintar-pintar memainkan desain strategi," ungkapnya.
Kemudian, kata dia, untuk bisa berkuasa harus mengusung dan mendukung Capres yang memiliki kans besar untuk menang. Nah, untuk mengukurnya, kata dia, bisa dengan melihat tren hasil survei. "Dalam konteks politik biasanya disebut bandwagon effect, gerombolan perilaku pemilih akan memilih capres yang bakal menang, ngapain memilih calon yang ternyata pada akhirnya nanti kalah," imbuhnya.
Dia memprediksi PKS tidak memikirkan menang atau kalah, asalkan mengusung kader sendiri. Sebab, PKS dinilai akan mendapatkan coat-tail effect atau efek ekor jas akibat konsekuensi Pemilu serentak pilpres dan pileg. "Otomatis partai yang mengusung kadernya mendapatkan berkah elektoral durian runtuh, kira-kira begitu," ungkapnya.
Namun, Pangi mengatakan umumnya sebuah partai politik akan memutuskan siapa jagoannya di pilpres dan mengenai koalisi di menit terakhir. "Atau last minute memutuskan calon presiden, ini biasanya juga strategi mengulur agar langkah politik tidak mudah dibaca tim lawan politik, agar tak mudah dipintas desain arsitektur kemenangan sama lawan tanding," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :