Waspada, Gelombang Ekstrem hingga Lebih 6 Meter di Sejumlah Perairan Wilayah Indonesia
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 12:18 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 13-14 Agustus 2021. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 13-14 Agustus 2021.
“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Arafuru,” dalam keterangan dari Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi yang diterima, Jumat (13/8/2021). Baca juga: Empat Tahun Lalu, Gempa Besar dan Merusak Mengguncang Bumi Rafflesia
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kepulauan Mentawai, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat dan tengah, perairan selatan Kalimantan Tengah, Selat Makassar bagian tengah, perairan Kepulauan Selayar-Kepulauan Sabalana.
Kemudian, Laut Sumbawa bagian utara, Selat Lombok bagian utara, Laut Flores bagian barat, perairan utara Kupang-Pulau Rotte, Selat Ombai, perairan timur Sulawesi Tenggara, Teluk Tolo, perairan selatan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Seram bagian timur, perairan selatan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapre-Agats bagian barat, perairan utara dan timur Kepulauan Kei, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Babar, perairan utara Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur.
“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Jawa, Laut Banda, dan Laut Arafuru,” dalam keterangan dari Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi yang diterima, Jumat (13/8/2021). Baca juga: Empat Tahun Lalu, Gempa Besar dan Merusak Mengguncang Bumi Rafflesia
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kepulauan Mentawai, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat dan tengah, perairan selatan Kalimantan Tengah, Selat Makassar bagian tengah, perairan Kepulauan Selayar-Kepulauan Sabalana.
Kemudian, Laut Sumbawa bagian utara, Selat Lombok bagian utara, Laut Flores bagian barat, perairan utara Kupang-Pulau Rotte, Selat Ombai, perairan timur Sulawesi Tenggara, Teluk Tolo, perairan selatan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Seram bagian timur, perairan selatan Fakfak-Kaimana, perairan Amamapre-Agats bagian barat, perairan utara dan timur Kepulauan Kei, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Babar, perairan utara Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur.
Lihat Juga :