PPKM Level 4 Diperpanjang, 3T dan Vaksinasi Perlu Terus Digencarkan
Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:28 WIB
Mengutip data Kemenkes per Senin (9/8) kemarin, kata dia, positivity rate masih 36,34% atau jauh di atas standar WHO yakni 5%. Sementara angka kematian di hari yang sama sebanyak 1.475 jiwa. Jadi, pemerintah harus fokus untuk menekan dua indikator tersebut sampai di bawah standar yang berlaku.
Puan menambahkan, upaya penekanan positivity rate harus disertai dengan testing, tracing dan treatment (3T) yang semakin masif. Kalau 3T tidak masif, nantinya penularan hanya naik turun, tapi tidak melandai.
“Akibatnya, tidak ada info tepat terkait daerah-daerah yang betul-betul red zone,” imbuh putri Megawati Soekarnoputri ini.
Di samping itu, Puan juga mengingatkan pemerintah untuk terus menggenjot vaksinasi massal, terutama di luar Jawa yang tingkat vaskinasinya masih rendah. Target vaksinasi harus tercapai dengan pasokan dan distribusi vaksin yang lancar. Baca juga: Semua Sudah Lelah PPKM Berlanjut Terus, Luhut: Jangan Sia-siakan!
“Karena faktanya vaksinasi adalah salah satu cara utama menekan risiko kematian,” pungkasnya.
Puan menambahkan, upaya penekanan positivity rate harus disertai dengan testing, tracing dan treatment (3T) yang semakin masif. Kalau 3T tidak masif, nantinya penularan hanya naik turun, tapi tidak melandai.
“Akibatnya, tidak ada info tepat terkait daerah-daerah yang betul-betul red zone,” imbuh putri Megawati Soekarnoputri ini.
Di samping itu, Puan juga mengingatkan pemerintah untuk terus menggenjot vaksinasi massal, terutama di luar Jawa yang tingkat vaskinasinya masih rendah. Target vaksinasi harus tercapai dengan pasokan dan distribusi vaksin yang lancar. Baca juga: Semua Sudah Lelah PPKM Berlanjut Terus, Luhut: Jangan Sia-siakan!
“Karena faktanya vaksinasi adalah salah satu cara utama menekan risiko kematian,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :