Indostrategic: Otot-Otot Politik AHY Lebih Kuat Dibanding Gatot

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 14:56 WIB
Menurut Umam, jabatan publik merupakan instrumen politik yang efektif untuk mengampanyekan nama, kiprah, dan rekam jejak seseorang. "Karena itu, mereka yang duduk di jabatan publik mudah mem-boosting elektabilitasnya dengan mengkapitalisasi peran publik yang mereka miliki," ungkapnya.

Sebaliknya, lanjut dia, ketika nama-nama itu tidak lagi di pemerintahan, elektabilitas mereka menguap begitu cepat, seperti Dahlan Iskan dan Susi Pudjiastuti. "Hal itu disebut dengan bubble electability, atau efek balon, cepat besar dan cepat kempes," imbuhnya.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Masuk 10 Besar Capres Versi Indostrategic, Begini Penjelasannya

Dalam hal ini, kata dia, AHY cukup berbeda karena elektabilitasnya terjaga meskipun tidak duduk di posisi jabatan publik. "Sehingga, elektabilitas AHY itu bisa dimaknai sebagai angka harapan publik untuk melihat dan menilai seberapa efektif kapasitas perannya dalam jabatan publik," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!