Cerita Dirut Waskita Karya dan Petinggi Bank Mandiri Bertahan di Masa Pandemi
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 18:14 WIB
Data terakhir, sektor konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya dari proyek milik PUPR sebanyak 80% dari keseluruhan kontrak yang tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan hingga wilayah Timur Indonesia.
"Saat ini proyek berjalan kami sejumlah 101. Terdiri infrastruktur konektivitas atau jalan 41 persen, sumber daya air 11 persen, kemudian gedung dan Engineering Procurement Construction (EPC)," jelasnya.
"Di sini menunjukkan bahwa proyek infrastruktur sangat besar buat kami karena tanpa adanya proyek-proyek infrastruktur maka bisnis Waskita cenderung sangat tajam," sambungnya.
Tak bisa dipungkiri, kata Destiawan, demi efektivitas, maka aktivitas pekerja Waskita Karya di lapangan pun turut mengalami penurunan sebesar 40% dari 101 proyek yang berjalan.
Sebelum pandemi atau 2019, lanjutnya, kurang lebih total pekerja sebanyak 7 ribu dan turun secara bertahap hingga bulan Desember 2020 menjadi 2.800 pekerja. Dan kebanyakan penurunan secara sementara itu, para pekerja lapangan berasal dari sub kontraktor atau vendor yang bekerja sama dengan proyek Waskita, bukan karyawan organik mereka.
"Nah pada Mei 2021, jadi ada tren kenaikan (pekerja) yakni dampak dari protokol kesehatan yang sudah diterapkan dan sudah terbiasa sehingga mengalami peningkatan," kata Destiawan.
"Saat ini proyek berjalan kami sejumlah 101. Terdiri infrastruktur konektivitas atau jalan 41 persen, sumber daya air 11 persen, kemudian gedung dan Engineering Procurement Construction (EPC)," jelasnya.
"Di sini menunjukkan bahwa proyek infrastruktur sangat besar buat kami karena tanpa adanya proyek-proyek infrastruktur maka bisnis Waskita cenderung sangat tajam," sambungnya.
Tak bisa dipungkiri, kata Destiawan, demi efektivitas, maka aktivitas pekerja Waskita Karya di lapangan pun turut mengalami penurunan sebesar 40% dari 101 proyek yang berjalan.
Sebelum pandemi atau 2019, lanjutnya, kurang lebih total pekerja sebanyak 7 ribu dan turun secara bertahap hingga bulan Desember 2020 menjadi 2.800 pekerja. Dan kebanyakan penurunan secara sementara itu, para pekerja lapangan berasal dari sub kontraktor atau vendor yang bekerja sama dengan proyek Waskita, bukan karyawan organik mereka.
"Nah pada Mei 2021, jadi ada tren kenaikan (pekerja) yakni dampak dari protokol kesehatan yang sudah diterapkan dan sudah terbiasa sehingga mengalami peningkatan," kata Destiawan.
Lihat Juga :