Fenomena Cuaca Gelombang Panas, BMKG : Tidak Terjadi di Indonesia
Senin, 02 Agustus 2021 - 00:05 WIB
Secara dinamika atmosfer hal tersebut, dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak pada wilayah yang luas, misalnya saat terbentuknya sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan bertahan cukup lama.
Bagaimana dengan gelombang panas dan dampaknya untuk wilayah Indonesia? Secara geografis, wilayah Indonesia berada di wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.
Selain itu, wilayah Indonesia juga memiliki karakteristik perubahan cuaca yang cepat. Dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan Gelombang Panas tersebut.
Yang terjadi di wilayah Indonesia adalah kondisi suhu panas harian yang umumnya terjadi di wilayah tropis, yang disebabkan oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari dan relatif menguat pada saat posisi semu matahari berada di sekitar ekuatorial.
Saat ini (berdasarkan siklus tahunannya, Maret dan sampai pertengahan September), posisi semu matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), pada periode ini angin timuran yang identik dengan musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Bagaimana dengan gelombang panas dan dampaknya untuk wilayah Indonesia? Secara geografis, wilayah Indonesia berada di wilayah ekuatorial, sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.
Selain itu, wilayah Indonesia juga memiliki karakteristik perubahan cuaca yang cepat. Dengan perbedaan karakteristik dinamika atmosfer tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi fenomena cuaca yang dikenal dengan Gelombang Panas tersebut.
Yang terjadi di wilayah Indonesia adalah kondisi suhu panas harian yang umumnya terjadi di wilayah tropis, yang disebabkan oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari dan relatif menguat pada saat posisi semu matahari berada di sekitar ekuatorial.
Saat ini (berdasarkan siklus tahunannya, Maret dan sampai pertengahan September), posisi semu matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), pada periode ini angin timuran yang identik dengan musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Lihat Juga :