Cegah Kenaikan Kasus Covid-19, Satgas: Belajar dari Pengalaman pada Lonjakan Kasus Pertama
Jum'at, 16 Juli 2021 - 15:51 WIB
“Pada periode lonjakan kasus pertama, terdapat kurang lebih 45 ribu tempat tidur di ruang isolasi dan ICU RS rujukan Covid, serta 2.700 tempat tidur di RS Darurat Covid Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Jumlah laboratorium Covid-19 yang beroperasi saat itu berjumlah 223 laboratorium dengan capaian pemeriksaan kurang lebih 70 persen dari standar WHO,” katanya.
Jika dilihat keadaan saat ini, Prof. Wiku menjelaskan, dengan lonjakan kasus yang mulai memasuki minggu ke- 9 serta intervensi kebijakan pengetatan yang lebih awal, yaitu dari minggu ke-8, berkaca dari pengalaman lonjakan pertama, maka penurunan paling cepat baru dapat terlihat dalam tiga minggu ke depan.
Kapasitas RS dan laboratorium juga meningkat, dengan total saat ini kurang lebih 120.000 tempat tidur isolasi dan ICU serta 7.930 tempat tidur di RS Darurat Covid Wisma Atlet, dan untuk laboratorium saat ini terdapat 742 laboratorium Covid-19 dengan capaian pemeriksaan lebih dari 300 persen dari standar WHO.
“Tentunya berbagai evaluasi dan peningkatan upaya penanganan terus dilakukan agar penurunan kasus dapat terlihat sesegera mungkin,” ujar Prof. Wiku.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kapasitas tempat tidur di rumah sakit wilayah masing-masing. Apabila konversi sudah melebihi 40 persen tempat tidur, maka perlu segera dibuka dan difungsikan RS Darurat atau RS Lapangan khusus Covid-19.
Jika dilihat keadaan saat ini, Prof. Wiku menjelaskan, dengan lonjakan kasus yang mulai memasuki minggu ke- 9 serta intervensi kebijakan pengetatan yang lebih awal, yaitu dari minggu ke-8, berkaca dari pengalaman lonjakan pertama, maka penurunan paling cepat baru dapat terlihat dalam tiga minggu ke depan.
Kapasitas RS dan laboratorium juga meningkat, dengan total saat ini kurang lebih 120.000 tempat tidur isolasi dan ICU serta 7.930 tempat tidur di RS Darurat Covid Wisma Atlet, dan untuk laboratorium saat ini terdapat 742 laboratorium Covid-19 dengan capaian pemeriksaan lebih dari 300 persen dari standar WHO.
“Tentunya berbagai evaluasi dan peningkatan upaya penanganan terus dilakukan agar penurunan kasus dapat terlihat sesegera mungkin,” ujar Prof. Wiku.
Saat ini, lanjutnya, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau kapasitas tempat tidur di rumah sakit wilayah masing-masing. Apabila konversi sudah melebihi 40 persen tempat tidur, maka perlu segera dibuka dan difungsikan RS Darurat atau RS Lapangan khusus Covid-19.
Lihat Juga :