Mendagri Beberkan Alasan Pilkada Serentak Tetap Digelar Tahun Ini
Rabu, 27 Mei 2020 - 19:37 WIB
Amerika Serikat (AS) juga melakukan sejumlah pemilu, baik itu kongres, senat, pemilu presiden (pilpres) dan pemilihan gubernur sejumlah negara bagian yang semuanya sesuai jadwal.
"Sementara, lain-lain sudah melaksanakan sebagaian on schedule sebagian menunda bulan, tidak ada (menunda) tahun. Kalau terlaksana Desember, kita negara terakhir yang yang lakukan pemilu di seluruh dunia," terang mantan Kapolri itu.
Tito melanjutkan, sejumlah negara yang melaksanakan pemilu seperti Perancis, Iran, Israel, Jerman, Bangladesh dan Polandia juga memberlakukan protokol Covid-19. Memang, ada variasi protokol Corona, tetapi standarnya yakni mengenakan masker, mencuci tangan.
Beberapa petugas mengenakan APD lengkap, khususnya yang mengatur para pemilih, membuat jadwal agar tidak terjadi penumpukan pemilih, tidak melakukan kampanye massif dan akbar serta mengganti pertemuan-pertemuan dengan live streaming zoom dan lain sebagainya.
"Ada juga yang menambah TPS bagi yang usia di atas 60 tahun, mereka diberikan TPS khusus dengan petugas APD khusus bahkan, yang sedang dirawat didatangi dengan menggunakan APD khusus," urainya.
Kemudian, sambung dia, tidak ada satupun ahli dari negara manapun yang bisa memprediksi kapan Covid-19 ini akan berakhir. WHO pun mengatkaan bahwa paling cepat akan berakhir pada 2021 atau 2022. Dan kalapun vaksin ditemukan di China, itu belum tentu cocok dengan Indonesia sehingga, Indonesia perlu menemukan vaksin sendiri.
"Sementara, lain-lain sudah melaksanakan sebagaian on schedule sebagian menunda bulan, tidak ada (menunda) tahun. Kalau terlaksana Desember, kita negara terakhir yang yang lakukan pemilu di seluruh dunia," terang mantan Kapolri itu.
Tito melanjutkan, sejumlah negara yang melaksanakan pemilu seperti Perancis, Iran, Israel, Jerman, Bangladesh dan Polandia juga memberlakukan protokol Covid-19. Memang, ada variasi protokol Corona, tetapi standarnya yakni mengenakan masker, mencuci tangan.
Beberapa petugas mengenakan APD lengkap, khususnya yang mengatur para pemilih, membuat jadwal agar tidak terjadi penumpukan pemilih, tidak melakukan kampanye massif dan akbar serta mengganti pertemuan-pertemuan dengan live streaming zoom dan lain sebagainya.
"Ada juga yang menambah TPS bagi yang usia di atas 60 tahun, mereka diberikan TPS khusus dengan petugas APD khusus bahkan, yang sedang dirawat didatangi dengan menggunakan APD khusus," urainya.
Kemudian, sambung dia, tidak ada satupun ahli dari negara manapun yang bisa memprediksi kapan Covid-19 ini akan berakhir. WHO pun mengatkaan bahwa paling cepat akan berakhir pada 2021 atau 2022. Dan kalapun vaksin ditemukan di China, itu belum tentu cocok dengan Indonesia sehingga, Indonesia perlu menemukan vaksin sendiri.
Lihat Juga :