Epidemiolog UI: Vaksin adalah Public Health Good yang Harus Dijamin Negara
Senin, 12 Juli 2021 - 06:56 WIB
Epidemiolog dari UI, Pandu Riono menilai motivasi akses vaksin berbayar bagi masyarakat adalah binis yang dikemas dengan embel-embel gotong royong dan herd immunity. Foto/Istimewa
JAKARTA - Keputusan pemerintah memberikan akses vaksin berbaya r bagi masyarakat untuk mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok menjadi pro dan kontra. Komersialisasi vaksin ini pun menuai kritik dari sejumlah kalangan.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menilai motivasi akses vaksin berbayar bagi masyarakat adalah binis yang dikemas dengan embel-embel gotong royong dan herd immunity. Baca juga: Beredar Kabar Vaksin Gotong Royong Ditunda, Ini Kata Kemenkes
"Motivasi awalnya memang bisnis, tapi dikemas dg gotong-royong & herd-immunity. Tadinya hanya bentuk peran serta swasta, mungkin saja banyak batal ikut dan sadar bahwa sebenarnya hanya korban komersialisasi vaksin. Vaksin adalah public health good yg harus dijamin oleh negara," ujarnya lewat cuitan din Twitter @drpriono1, Minggu (11/7/2021).
Karena itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap atas hal tersebut di tengah negara yang sedang berduka karena tingginya korban virus COVID-19. Menurutnya, mengambil keuntungan di tengah kesulitan rakyat akibat pandemi bukan langkah yang tepat.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menilai motivasi akses vaksin berbayar bagi masyarakat adalah binis yang dikemas dengan embel-embel gotong royong dan herd immunity. Baca juga: Beredar Kabar Vaksin Gotong Royong Ditunda, Ini Kata Kemenkes
"Motivasi awalnya memang bisnis, tapi dikemas dg gotong-royong & herd-immunity. Tadinya hanya bentuk peran serta swasta, mungkin saja banyak batal ikut dan sadar bahwa sebenarnya hanya korban komersialisasi vaksin. Vaksin adalah public health good yg harus dijamin oleh negara," ujarnya lewat cuitan din Twitter @drpriono1, Minggu (11/7/2021).
Karena itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap atas hal tersebut di tengah negara yang sedang berduka karena tingginya korban virus COVID-19. Menurutnya, mengambil keuntungan di tengah kesulitan rakyat akibat pandemi bukan langkah yang tepat.
Lihat Juga :