20 TKA China Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Perhatikan Perasaan Rakyat
Senin, 05 Juli 2021 - 09:37 WIB
Politikus PPP Achmad Baidowi meminta kebijakan pemerintah disinkronkan dengan kebijakan lainnya agar tidak disalahpahami. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Masuknya 20 tenaga kerja asing (TKA) China ke Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat . Dan, kejadian seperti ini terus berulang, membuat masyarakat kecewa dan bertanya-tanya, termasuk sejumlah parpol pendukung pemerintah yang menyayangkan hal itu.
"Masuknya 20 TKA China ke Makassar saat PPKM Darurat sangat tidak tepat dari aspek waktu," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR, Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (5/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat WNI- WNA Boleh Masuk, Ini Syarat-syaratnya
Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini, meskipun TKA tersebut sudah melalui prosedur kedatangan orang asing, yakni melalui karantina. Namun karena waktunya bersamaan dengan PPKM Darurat membuat publik merasa ada perlakuan khusus.
"Padahal sebenarnya mungkin sudah sesuai ketentuan, namun informasi yang terbatas menyebabkan kecurigaan publik," imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Awiek ini menegaskan, pihaknya sama sekali tidak anti terhadap investasi. Fraksi PPP juga memahami kebutuhan tenaga kerja untuk proyek program strategis nasional. Namun, karena waktu yang tidak tepat menyebabkan tanggapan yang keliru di masyarakat.
"Masuknya 20 TKA China ke Makassar saat PPKM Darurat sangat tidak tepat dari aspek waktu," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR, Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (5/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat WNI- WNA Boleh Masuk, Ini Syarat-syaratnya
Menurut Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini, meskipun TKA tersebut sudah melalui prosedur kedatangan orang asing, yakni melalui karantina. Namun karena waktunya bersamaan dengan PPKM Darurat membuat publik merasa ada perlakuan khusus.
"Padahal sebenarnya mungkin sudah sesuai ketentuan, namun informasi yang terbatas menyebabkan kecurigaan publik," imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Awiek ini menegaskan, pihaknya sama sekali tidak anti terhadap investasi. Fraksi PPP juga memahami kebutuhan tenaga kerja untuk proyek program strategis nasional. Namun, karena waktu yang tidak tepat menyebabkan tanggapan yang keliru di masyarakat.
Lihat Juga :