PKS Ingatkan Tanpa Tiket Capres, Calon Populer Akan Tereliminasi
Sabtu, 03 Juli 2021 - 20:02 WIB
Soal variasi capres, menurut Mardani, masih sangat dinamis. Sebab, tiga tahun akan ada banyak skenario terjadi. Yang jelas, 2024 ini akan sama seperti 2014 lalu, akan ada suksesi karena Jokowi sudah 2 periode. Saat itu, 2 tahun sebelumnya Jokowi belum diprediksi sebagai capres, itu baru terlihat 1 tahun jelang Pemilu.
"Makanya masih sangat besar peluang bagi para pemimpin partai politik atau jagoan partai politik atau kepala daerah atau menteri untuk muncul ke permukaan," ujarnya.
Namun, kata Anggota Komisi II DPR, untuk menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), ada game changer yakni ketentuan presidential thresold atau ambang batas pencalonan pilpres 20% kursi DPR. Sehingga, parpol sebagai pemilik kursi itu akan sangat menentukan.
"Ketika ada yang sudah dapat tiket, maka siapa pun yang mungkin besar popularitasnya tapi tidak bermain di panggung karena tak punya tiket, dia akan tereliminasi dengan segera," ucap Mardani.
Baca juga: Survei Voxpol: Popularitas Prabowo Tertinggi, Paling Disukai Sandiaga Uno
"Makanya masih sangat besar peluang bagi para pemimpin partai politik atau jagoan partai politik atau kepala daerah atau menteri untuk muncul ke permukaan," ujarnya.
Namun, kata Anggota Komisi II DPR, untuk menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), ada game changer yakni ketentuan presidential thresold atau ambang batas pencalonan pilpres 20% kursi DPR. Sehingga, parpol sebagai pemilik kursi itu akan sangat menentukan.
"Ketika ada yang sudah dapat tiket, maka siapa pun yang mungkin besar popularitasnya tapi tidak bermain di panggung karena tak punya tiket, dia akan tereliminasi dengan segera," ucap Mardani.
Baca juga: Survei Voxpol: Popularitas Prabowo Tertinggi, Paling Disukai Sandiaga Uno
Lihat Juga :