Hadapi Corona, RI-Korsel Sepakat Kerja Sama Bikin APD
Senin, 20 April 2020 - 17:32 WIB
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menyepakati kerja sama produksi alat pelindung diri (APD) untuk penanganan virus Corona (Covid-19). Korea Selatan (Korsel) setuju menyediakan bahan bakunya dan Indonesia yang membuatnya menjadi APD.
“Selanjutnya menyangkut masalah APD. Sejauh ini Gugus Tugas bersama Kementerian Kesehatan telah membeli sekitar 1 juta APD yang bahan bakunya 100 persen berasal dari Korea Selatan. Kemudian kompensasinya kita wajib memberikan dukungan untuk mengembalikan bahan baku ini dalam bentuk produk jadi kepada Korea Selatan,” tutur Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo seusai rapat terbatas, Senin (20/4/2020).
Dia mengatakan, kesepakatan-kesepakatan semacam ini harus dimaklumi. Pasalnya tidak ada satu negara pun yang mammpu memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Oleh karena itu dibutuhkan kompromi, kerja sama dan sebuah kesepakatan. Pemerintah tentu tidak ingin mengambil risiko yang besar ketika kita kekurangan APD. Tetapi juga kita tidak bisa membiarkan negara lain yang telah mengirimkan APD ke Tanah Air tidak kita kembalikan. Oleh karenanya sekali lagi kerja sama, kesepakatan ini penting sekali,” tuturnya. (Baca juga: Update Kasus Corona 20 April 2020: 6.760 Positif, 747 Sembuh, 590 Meninggal )
“Selanjutnya menyangkut masalah APD. Sejauh ini Gugus Tugas bersama Kementerian Kesehatan telah membeli sekitar 1 juta APD yang bahan bakunya 100 persen berasal dari Korea Selatan. Kemudian kompensasinya kita wajib memberikan dukungan untuk mengembalikan bahan baku ini dalam bentuk produk jadi kepada Korea Selatan,” tutur Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo seusai rapat terbatas, Senin (20/4/2020).
Dia mengatakan, kesepakatan-kesepakatan semacam ini harus dimaklumi. Pasalnya tidak ada satu negara pun yang mammpu memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Oleh karena itu dibutuhkan kompromi, kerja sama dan sebuah kesepakatan. Pemerintah tentu tidak ingin mengambil risiko yang besar ketika kita kekurangan APD. Tetapi juga kita tidak bisa membiarkan negara lain yang telah mengirimkan APD ke Tanah Air tidak kita kembalikan. Oleh karenanya sekali lagi kerja sama, kesepakatan ini penting sekali,” tuturnya. (Baca juga: Update Kasus Corona 20 April 2020: 6.760 Positif, 747 Sembuh, 590 Meninggal )
Lihat Juga :