Banyak Teroris di Indonesia adalah Kesalahan Pemerintah Masa Lalu

Rabu, 23 Juni 2021 - 21:58 WIB
"Di Indonesia HTI itu diberi fasilitas oleh negara. Diberikan izin seperti mu'tamar khilafah di GBK. Pada saat itu bahkan disiarkan utuh oleh TVRI yang sebenarnya itu dibiayai oleh APBN," katanya.

Najih menyebut bahwa pertumbuhan kelompok radikal sejalan dengan pragmatisme politik pemerintah seperti yang terjadi di Mesir. Di mana pemerintah yang berkuasa menggunakan kelompok radikal sebagai kekuatan politik dan merugikan masyarakat jangka panjang.

Baca juga: Buku Terorisme Beredar Luas di Internet, Polri Buru Akun Penyebar



"Merangkul karena dia membutuhkan dukungan politik. Untuk kepentingan jangka pendek dan rugi jangka panjang. Akhirnya dia mati sendiri di tangan mereka dibunuh oleh mereka," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!