NU Care Korsel dan PCINU Australia Bangun MCK untuk Korban Bencana di NTT

Kamis, 17 Juni 2021 - 20:13 WIB
Ketua Pengurus Cabang (PC) Ansor Malaka, Yulianto, menceritakan waktu musibah banjir bandang melanda, pihaknya berjibaku membantu proses evakuasi warga. “Waktu banjir bandang, kami Ansor-Banser berjibaku, menggendong bayi usia sekitar dua minggu, dan juga lansia. Kami sudah tidak bisa sedih lagi saat di lokasi, karena melihat kesedihan yang dalam dari warga yang terkena musibah. Setelah pulang, salat, dan setelah salat, barulah kami menangis, sedih, dan betapa bersyukurnya kami dalam keadaan yang selamat,” kisah Yulianto.

Ketua PW NU Care-LAZISNU NTT, Abdul Syukur, menambahkan bahwa banjir bandang di Malaka merobohkan jembatan Benenai di Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. “Jembatan kokoh dari beton itu yang panjangnya sekitar 300 meter, itu ambruk dan sekarang sedang proses perbaikan. Jembatan Benenai itu jembatan terpanjang di Pulau Timor,” ujar Syukur.

Sementara penyaluran bantuan di Kota Kupang, kata Syukur, mayoritas masyarakatnya adalah nelayan yang perahunya hancur akibat bencana. “Mayoritas masyarakat di sini (Kota Kupang) nelayan, dan kapal mereka hancur saat diterjang badai Seroja. Maka kami salurkan bantuan di sini, di beberapa titik seperti di Masjid Nurul Hidayah, Kecamatan Kelapa Lima, lalu di Pesantren Darul Aulya di Kelurahan Alak dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Bantuan untuk para nelayan di Kota Kupang, yang disalurkan melalui Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU),” papar Syukur.

Ketua SNNU NTT, Angki Laane, menyebut bantuan disalurkan untuk 50 warga yang berprofesi sebagai nelayan. “Mereka para nelayan hampir dua bulan tidak melaut setelah badai Seroja, karena kapal mereka hancur. Alhamdulillah, mereka senang mendapat bantuan sembako ini. Kami juga berharap bantuan yang datang dari pihak manapun, dari pemerintah, bukan hanya sembako melainkan kalau bisa kapal untuk mereka bekerja,” harap Angki.

Seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai nelayan Ona Baso,34, mengungkapkan hal serupa bahwa setelah badai Seroja suaminya sudah dua bulan tidak melaut. “Ya, dua bulan tidak melaut saya punya suami. Sekarang sudah ke laut lagi, dan alhamdulillah ini dapat rezeki (bantuan), karena kadang kalau di laut tidak sama sekali. Terima kasih kepada NU atas bantuannya,” tutur Ona.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!