Kikis Adu Domba dan Hoaks dengan Perkuat Nasionalisme dan Kebangsaan
Kamis, 17 Juni 2021 - 20:33 WIB
Menurut dia, sikap-sikap semacam itu harus dikikis dan dihilangkan. "Mari kita sosialisasikan kepada anak-anak kita, generasi kita khususnya generasi muda agar tidak mudah terpapar paham itu, bagaimana kita harus kuatkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan," tandasnya.Baca juga: Covid-19 Makin Ganas, Jutaan Angkatan Kerja Baru Terancam Tidak Terserap
Suhardi mencontohkan implementasi penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan kembali mengadakan upacara bendara setiap hari Senin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila.
“Inilah salah satu yang membuat karakter bangsa terjaga dengan baik. Kalau tidak dilakukan, itu akan hilang. Sekarang generasi muda kita banyak yang tidak hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya, itu tidak bisa disalahkan karena kurikulumnya sudah seperti itu. Nah sekarang kita ubah kembali, di mulai dari sekarang sehingga kita bisa melihat hasilnya nanti 5-10 tahun mendatang,” tutur Suhardi.
Menurut dia, saat ini generasi muda menjadi sasaran empuk penyebaran paham-paham tersebut, disamping masyarakat umum lainnya. Faktanya, media sosial sekarang dipenuhi dengan berbagai macam hoaks dan adu domba.
Ironisnya, sambung dia, kondisi ini dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal intoleran untuk memcah belah masyarakat.
Suhardi mencontohkan implementasi penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan kembali mengadakan upacara bendara setiap hari Senin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila.
“Inilah salah satu yang membuat karakter bangsa terjaga dengan baik. Kalau tidak dilakukan, itu akan hilang. Sekarang generasi muda kita banyak yang tidak hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya, itu tidak bisa disalahkan karena kurikulumnya sudah seperti itu. Nah sekarang kita ubah kembali, di mulai dari sekarang sehingga kita bisa melihat hasilnya nanti 5-10 tahun mendatang,” tutur Suhardi.
Menurut dia, saat ini generasi muda menjadi sasaran empuk penyebaran paham-paham tersebut, disamping masyarakat umum lainnya. Faktanya, media sosial sekarang dipenuhi dengan berbagai macam hoaks dan adu domba.
Ironisnya, sambung dia, kondisi ini dimanfaatkan kelompok-kelompok radikal intoleran untuk memcah belah masyarakat.
Lihat Juga :