Kemenpan: Rekruitmen PPPK Guru untuk Jabatan Fungsional Hanya Berlaku di 2021
Selasa, 15 Juni 2021 - 05:27 WIB
Kemenpan RB menerbitkan tiga peraturan terkait penyelenggaraan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menerbitkan tiga peraturan terkait penyelenggaraan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021.
Ketiga peraturan tersebut, yakni Peraturan Menteri PANRB (Permenpan RB) No. 27/2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Permenpan RB No. 28/2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta Permenpan RB No. 29/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF).
Plt. Asdep Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB, Katmoko Ari Sambodo mengatakan, per tanggal 13 Juni 2021 telah ditetapkan kebutuhan CASN sebanyak 707.622 pegawai. Formasi paling besar diperuntukkan bagi PPPK Guru sejumlah 531.076 orang. Kemudian PPPK non Guru 20.960 orang dan CPNS sebanyak 80.961 orang. Baca juga: Ngarep Jadi PNS? Ini Lho Ketentuan Bisa Lolos Seleksi CPNS 2021
Pada 2021, kata dia, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti oleh instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah. "Khusus untuk Permenpan RB 28 sifatnya adalah berlaku tahun ini, 2021. Sementara Permenpan RB 27 dan 29 diharapkan bisa multiyears," ujar Katmoko, Senin, (14/6/2021).
Menurutnya, di 2021 pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat "Dengan Pujian" atau Cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora, serta putra/putri Papua dan Papua Barat. Baca juga: Begini Tahapan Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru
"Seleksi CPNS dipersyaratkan bagi WNI dengan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar. Namun, ada beberapa jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran, seperti Dokter dan Dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dosen, Peneliti dan Perekasaya, dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor)," tuturnya.
Ketiga peraturan tersebut, yakni Peraturan Menteri PANRB (Permenpan RB) No. 27/2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Permenpan RB No. 28/2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta Permenpan RB No. 29/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF).
Plt. Asdep Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB, Katmoko Ari Sambodo mengatakan, per tanggal 13 Juni 2021 telah ditetapkan kebutuhan CASN sebanyak 707.622 pegawai. Formasi paling besar diperuntukkan bagi PPPK Guru sejumlah 531.076 orang. Kemudian PPPK non Guru 20.960 orang dan CPNS sebanyak 80.961 orang. Baca juga: Ngarep Jadi PNS? Ini Lho Ketentuan Bisa Lolos Seleksi CPNS 2021
Pada 2021, kata dia, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti oleh instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah. "Khusus untuk Permenpan RB 28 sifatnya adalah berlaku tahun ini, 2021. Sementara Permenpan RB 27 dan 29 diharapkan bisa multiyears," ujar Katmoko, Senin, (14/6/2021).
Menurutnya, di 2021 pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat "Dengan Pujian" atau Cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora, serta putra/putri Papua dan Papua Barat. Baca juga: Begini Tahapan Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru
"Seleksi CPNS dipersyaratkan bagi WNI dengan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar. Namun, ada beberapa jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran, seperti Dokter dan Dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dosen, Peneliti dan Perekasaya, dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor)," tuturnya.
Lihat Juga :