Duel Maut dengan Pimpinan Pemberontak, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang

Selasa, 15 Juni 2021 - 06:15 WIB
Jari yang terluka membuat Hendropriyono tak bisa lagi menggenggam. Pistol yang dipegangnya pun jatuh. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Hendropriyono membanting Siauw Ah San hingga terjatuh dan bayonetnya pun akhirnya lepas. Bersamaan dengan itu, kelompok pembersih pimpinan Mahmud dan Welly Rustiman masuk. “Cepat bawa komandan keluar!,” teriak Welly. “Padamkan api,” perintahnya lagi. Sebab, gubuk tempatnya berduel menyabung nyawa dengan Siauw Ah San tiba-tiba sudah dikepung api.



Hendropriyono kemudian memerintahkan Mahmud mengikat keras pangkal lengannya dengan tali plastik untuk menghentikan darah yang terus mengucur dari 11 luka yang dideritanya. Bersama Kongsenlani, Hendropriyono yang terluka parah kemudian digotong menggunakan sarung oleh Pardi dan Jatmiko. Perlahan pengelihatan semakin buram. Rasan dingin mulai menjalar dari kedua kaki terus bergerak naik ke perut, dada dan kemudian terlelap hingga tak sadarkan diri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!