Pemutakhiran Sistem Siber Dinilai Penting untuk Keamanan

Jum'at, 11 Juni 2021 - 18:18 WIB
"Hacker itu juga pintar. Mereka akan mengamati setiap SOP dari sebuah ISO. Makanya, kalau perusahaan sudah mendapatkan sertifikat ISO itu jangan dilepas begitu saja. Artinya begini, kadang-kadang sudah dapat sertifikat terus awareness terhadap securitynya hanya berdasarkan sertifikat itu saja. Tidak dilakukan pemutakhiran teknologi dan SOP. Nah ini yang berbahaya," kata Zul yang pernah menjabat Ketua APJII Wilayah Bali periode 2008-2015.

Perlu diketahui, lembaga sertifikasi internasional, British Standard Institution (BSI) mencatat hanya 179 perusahaan di Indonesia yang mendapatkan ISO 27001 pada tahun 2017. Jumlah tersebut hanya 1 persen dari total 39 ribu sertifikat yang diterbitkan secara global. Sementara, berdasarkan riset Business Software Alliance (BSA) tahun 2020 menyebutkan sebanyak 83 persen perusahaan di Indonesia rentan dibobol hacker.

Meski begitu, Zul mengatakan kejadian bobolnya sistem keamanan perusahaan, tidak semata-mata ulah peretas. Justru, prosentase paling besar terjadi karena keteledoran orang dalam perusahaan. Banyak faktor yang memengaruhi kelalaian itu, salah satunya situasi di tempat bekerja.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!