MNC Peduli Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di Ponpes
Kamis, 03 Juni 2021 - 13:49 WIB
Baca juga: MNC Peduli-Bank BRI Salurkan Bantuan Sembako untuk Yayasan Al Wathoniyah
Sebanyak 300 santri antusias mengikuti pemeriksaan mata. Selain pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, MNC Peduli bekerja sama dengan Essilor, RS Ali Sibroh Malisi, dan Lotte juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum kepada tenaga pengajar dan penyemprotan disinfektan area lingkungan pondok pesantren.
Sejumlah kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para santri dan tenaga pengajar serta sterilisasi tempat belajar sebelum dimulainya pembelajaran.
Syukron mengatakan proses pembelajaran di Ponpes telah menerapkan sistem tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.
Tidak hanya itu, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan setiap anak yang hendak masuk ke pondok pesantren harus dikarantina oleh orang tua murid di rumah dan ponpes.
"Selain menerapkan protokol kesehatan, anak yang hendak masuk pondok diatur secara bertahap. Setelah dikarantina lima hari dan diketahui tidak ada penyakit langsung dicampur. Yang tidak baik itu yang sehat campur dengan tidak sehat, kalau sehat dengan yang sehat tidak ada masalah," jelasnya.
Sebanyak 300 santri antusias mengikuti pemeriksaan mata. Selain pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, MNC Peduli bekerja sama dengan Essilor, RS Ali Sibroh Malisi, dan Lotte juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum kepada tenaga pengajar dan penyemprotan disinfektan area lingkungan pondok pesantren.
Sejumlah kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para santri dan tenaga pengajar serta sterilisasi tempat belajar sebelum dimulainya pembelajaran.
Syukron mengatakan proses pembelajaran di Ponpes telah menerapkan sistem tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.
Tidak hanya itu, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan setiap anak yang hendak masuk ke pondok pesantren harus dikarantina oleh orang tua murid di rumah dan ponpes.
"Selain menerapkan protokol kesehatan, anak yang hendak masuk pondok diatur secara bertahap. Setelah dikarantina lima hari dan diketahui tidak ada penyakit langsung dicampur. Yang tidak baik itu yang sehat campur dengan tidak sehat, kalau sehat dengan yang sehat tidak ada masalah," jelasnya.
Lihat Juga :