Megawati Akan Terima Bintang Jasa Negara untuk Persahabatan dari Presiden Rusia
Rabu, 02 Juni 2021 - 14:11 WIB
Ahmad Basarah menyampaikan bahwa Megawati telah menjadi pelopor dalam membangun peradaban politik yang penuh damai dan persahabatan bagi dunia."Penghargaan ini menjadi bukti upaya konkrit Ibu Megawati, sebagai Ketua Umum Partai terbesar di Indonesia, PDIP bagi persahabatan dunia. Beliau dalam setiap kesempatan di forum-forum international senantiasa menekankan politik damai penuh persahabatan yang bermartabat dan saling menghargai," tutur Basarah.
Wakil Ketua MPR ini juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan Megawati sejalan dengan pidato beliau bahwa politik bukanlah sekedar menang-kalah dalam setiap pemilu, namun sebuah proyek sejarah dan ideologi dalam upaya membangun sendi-sendi kehidupan dan batu peradaban yang memungkinkan rasa kemanusiaan kita mewujud dan berkembang.
Megawati akan menjadi orang yang pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan Bintang Jasa ini. Penghargaan ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2000 lalu.
Beberapa penerima Bintang Jasa Persahabatan ini antara lain adalah Mahathir Mohammad (2003), Nelson Mandela (2005), Lee Kuan Yew (2009), Mahmoud Abbas (2013), Ban Kim Moon (2016).Baca juga: Megawati Tekankan Lagi soal Petugas Partai: Jangan Jual Nama PDIP
"Penghargaan “State Order of Friendship" dapat dikategorikan sebagai penghargaan negara Rusia untuk penerima dengan prestasi dan jasa yang luar biasa," jelas Basarah.
Wakil Ketua MPR ini juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan Megawati sejalan dengan pidato beliau bahwa politik bukanlah sekedar menang-kalah dalam setiap pemilu, namun sebuah proyek sejarah dan ideologi dalam upaya membangun sendi-sendi kehidupan dan batu peradaban yang memungkinkan rasa kemanusiaan kita mewujud dan berkembang.
Megawati akan menjadi orang yang pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan Bintang Jasa ini. Penghargaan ini sudah berlangsung sejak sekitar tahun 2000 lalu.
Beberapa penerima Bintang Jasa Persahabatan ini antara lain adalah Mahathir Mohammad (2003), Nelson Mandela (2005), Lee Kuan Yew (2009), Mahmoud Abbas (2013), Ban Kim Moon (2016).Baca juga: Megawati Tekankan Lagi soal Petugas Partai: Jangan Jual Nama PDIP
"Penghargaan “State Order of Friendship" dapat dikategorikan sebagai penghargaan negara Rusia untuk penerima dengan prestasi dan jasa yang luar biasa," jelas Basarah.
(kri)
Lihat Juga :