Kader Demokrat 'Perang' Lawan PDIP, Kubu Moeldoko Ikut Serang Pendukung SBY-AHY
Selasa, 01 Juni 2021 - 13:14 WIB
"Bansos SBY ini turut berkontribusi menjadi mesin politik pemenangan SBY menjadi Presiden 2 periode. Hasto mengungkap fakta. Karena itu, SBY, AHY dan pengikutnya tak perlu meradang," ujarnya.
Di sisi lain, Darmizal menganggap, koalisi PDIP dan Demokrat tak mungkin terjadi juga disebutnya fakta politik. Menurutnya, dua kali Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kecolongan dari SBY. Sehingga wajar jika PDIP memiliki catatan khusus kepada SBY.
"AHY yang notabene anak kandung SBY, tentu tak jauh beda ddengan bapaknya. PDIP tentu pantas dan wajar untuk hati hati agar tak terjadi kecolongan yang ketiga kali," ungkap pria yang juga Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) itu.
Baca juga: Soal Polemik KPK, Partai Demokrat: Tunggu Kami di 2024
"Sesungguhnya bukan hanya PDIP dan Bu Megawati saja yang kecolongan oleh SBY. Pendiri partai demokrat pun kecolongan dari SBY. Partai partai koalisi 2004 sampai dengan 2014, juga banyak kecolongan dari SBY. Hanya teman teman koalisi waktu itu memilih jalan senyap," sambung dia.
Lebih lanjut Darmizal mengatakan, jika Pemilu diadakan hari ini, mungkin tak ada satupun partai politik yang lolos elektoral yang mau berkoalisi lagi dengan SBY dan AHY. Hal itu dikarenakan fakta politik yang sudah terukir dalam di atas batu sejarah perkoalisian Demokrat periode 2004 sampai 2014 lalu yang sangat mengecewakan banyak pihak.
Di sisi lain, Darmizal menganggap, koalisi PDIP dan Demokrat tak mungkin terjadi juga disebutnya fakta politik. Menurutnya, dua kali Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kecolongan dari SBY. Sehingga wajar jika PDIP memiliki catatan khusus kepada SBY.
"AHY yang notabene anak kandung SBY, tentu tak jauh beda ddengan bapaknya. PDIP tentu pantas dan wajar untuk hati hati agar tak terjadi kecolongan yang ketiga kali," ungkap pria yang juga Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) itu.
Baca juga: Soal Polemik KPK, Partai Demokrat: Tunggu Kami di 2024
"Sesungguhnya bukan hanya PDIP dan Bu Megawati saja yang kecolongan oleh SBY. Pendiri partai demokrat pun kecolongan dari SBY. Partai partai koalisi 2004 sampai dengan 2014, juga banyak kecolongan dari SBY. Hanya teman teman koalisi waktu itu memilih jalan senyap," sambung dia.
Lebih lanjut Darmizal mengatakan, jika Pemilu diadakan hari ini, mungkin tak ada satupun partai politik yang lolos elektoral yang mau berkoalisi lagi dengan SBY dan AHY. Hal itu dikarenakan fakta politik yang sudah terukir dalam di atas batu sejarah perkoalisian Demokrat periode 2004 sampai 2014 lalu yang sangat mengecewakan banyak pihak.
Lihat Juga :