Narasi Petugas Partai Cara Megawati Pagari Kader Agar Tak Terseret Skenario Politik

Selasa, 01 Juni 2021 - 12:51 WIB
Pertama, kata Nyarwi, para kader partai yang menjadi pengurus organisai partai, baik di level pusat hingga daerah. Kedua, jajaran kader partai yang menduduki jabatan-jabatan eksekutif, mulai Kepala/Wakil Kepala Daerah, tak terkecuali Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, hingga yang menjabat sebagai Presiden, sebagaimana yang kita tahu saat ini adalah Jokowi. Ketiga, para elit PDIP yang menduduki jabatan publik di lembaga legislatif, mulai DPRD Kota/Kabupaten, Provinsi hingga DPR RI.

"Dalam perspektif marketing politik, ketiga nya memiliki dua posisi dan peran sekaligus. Pertama, sebagai entitas pasar politik internal PDIP. Kedua sebagai barisan marketer (pemasar) ideologis dan mesin pemasaran politik yang menjadi tumpuan PDIP dalam memasarkan dirinya sebagai partai politik di Indonesia," tutur Nyarwi.

Lebih lanjut pakar komunikasi politik asal UGM itu menilai, pernyataan Megawati soal petugas partai selain ditujukan kepada mereka, juga kepada publik secara luas, serta elite-elite politik dari partai lain.

Dia mengatakan, terkait dengan publik, Megawati tampaknya ingin menegaskan karakter organisasi, keunikan, political branding dan positioning PDIP, sebagai partai kader yang berbasis massa, dibandingkan partai-partai lain. Sementara itu, terkait dengan para elite/pimpinan partai, statement Megawati ini juga tampaknya dimaksudkan untuk memagari para kader-nya, agar tidak tergoda untuk terseret dalam skenario dan agenda-agenda politik dari partai-partai lain. Menurutnya, apa yang disampaikan dan dicontohkan Megawati ini merupakan langkah taktis dan strategis, sebagai seorang pemimpin partai, dalam mengawal model kepemimpinan organisasi partai sekaligus menjadi referensi dalam praktik-praktek pemasaran politik partai.

"Hal ini, kalau kita baca sampai saat ini, masih jarang kita temukan di partai-partai lain. Mungkin, hanya beberapa pimpinan parpol di negeri ini yang melakukan model-model serupa dengan apa yang dilakukan oleh Bu Mega, yaitu Pak Prabowo Subianto pimpinan Partai Gerindra dan Pak Surya Paloh, pimpinan Partai Nasdem," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!