PA GMNI Kembali Gelar Webinar Kemandirian Ekonomi

Kamis, 27 Mei 2021 - 21:13 WIB
Pengeluaran pemerintah menjadi satu-satunya yang tumbuh positif. Sedangkan dari sisi produksi, hanya ada 6 yang tumbuh positif dari 17 lapangan usaha. Sektor itu adalah pertanian, kehutanan dan perikanan; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; jasa keuangan dan asuransi; real estate; jasa pendidikan; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Kendati demikian, Ketua Pokja Ekonomi Panitia Nasional Kongres IV PA GMNI, Juanta Tarigan mengatakan kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2020 tidak terlalu buruk. Ini disebabkan beberapa faktor seperti program bantuan sosial dari pemerintah, program pemulihan ekonomi nasional, program vaksinasi massal, pembangunan infrastruktur yang mempercepat distribusi logistik serta sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan disrupsi digital membuat ekonomi Indonesia tidak begitu mengalami keterpurukan.

Akan tetapi, Juanta yang juga pengamat ekonomi ini mengatakan ada hal-hal yang patut diperhatikan Pemerintah Indonesia seperti penurunan daya beli masyarakat, naiknya tingkat pengangguran, membengkaknya rasio utang negara terhadap GDP, dan juga ancaman gelombang kedua COVID-19.

Pemerintah juga dihadapkan pada beberapa tantangan ekonomi untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat, mencegah terjadinya PHK dengan memberikan bantuan dan insentif kepada pengusaha, serta mengendalikan laju penyebaran COVID-19.

Visi ekonomi Bung Karno yang merupakan salah satu poin Trisakti, ‘Berdikari dalam Bidang Ekonomi’ bisa menjadi solusi. Potensi sektor industri mana saja yang perlu dikembangkan sebagai lokomotif pembangunan dan kualitas SDM yang mendukungnya. PA GMNI sadar diperlukan langkah nyata untuk dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dalam strategi menghadapi pandemi COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!