Kepala BNPT Ungkap 1.500 WNI Jadi Teroris Lintas Batas

Kamis, 27 Mei 2021 - 17:25 WIB
"Lalu terkait tahap reintegrasi ke masyarakat dilakukan dengan pengawasan terbuka dan tertutup. Pengawasan terbuka dilakukan dengan kunjungan bagi profil yang dianggap kooperatif, dan tertutup dilakukan melalui surveillance berbasis teknologi informasi."

Boy menjelaskan, pelaksanaan pemantauan terhadap profil deportan dan returning akan dievaluasi untuk melihat tingkat radikalisme, target, dan menentukan skala prioritas dalam menentukan target.

Boy juga mengungkapkan, rencananya BNPT pergi ke Suriah dan Irak untuk melakukan assessment terhadap WNI yang menjadi FTF, untuk kemudian akan dilaporkan kepada Presiden terkait apakah mereka layak untuk dipulangkan ke Indonesia. "Kami seharusnya ke Suriah dan Irak untuk assessment, namun menunggu sinyal karena kondisi pandemi Covid-19," pungkas Boy.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!