Polri Gandeng BSSN Ungkap Bocornya Data 279 Juta WNI
Senin, 24 Mei 2021 - 15:27 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, mengatakan, Polri menggandeng BSSN untuk mendalami dugaan bocornya data 279 juta WNI di BPJS Kesehatan.
JAKARTA - Polri menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendalami dugaan bocornya data 279 juta Warga Negara Indonesia (WNI) di BPJS Kesehatan.
"Yang pertama Dit Siber Bareskrim telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Di antaranya dengan BSSN dalam rangka pendalaman terhadap kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/5/2021). Baca juga: MPR Desak Pemerintah Investigasi Kebocoran 279 Juta Data Penduduk
Kemudian, Rusdi menyebut, pada hari ini, pihaknya juga memanggil salah satu pihak BPJS Kesehatan untuk melakukan klarifikasi terkait dengan munculnya dugaan kebocoran data WNI itu. "Pada hari ini, meminta klarifikasi dari pejabat BPJS Kesehatan. Dalam hal ini yang menangani operasional teknologi informasi di BPJS Kesehatan," ujar Rusdi. Baca juga: Database Diretas, Kejagung Langsung Koordinasi dengan BSSN dan AMC
Sementara itu, Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Ferdinand Mahulette mengakui pihaknya disertakan dalam mengusut perkara itu. "Sebenarnya kami tidak punya kapasitas untuk ngomong itu. Cuma memang tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS kesehatan," kata Ferdinand saat ditemui di Bareskrim, hari ini.
"Yang pertama Dit Siber Bareskrim telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Di antaranya dengan BSSN dalam rangka pendalaman terhadap kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/5/2021). Baca juga: MPR Desak Pemerintah Investigasi Kebocoran 279 Juta Data Penduduk
Kemudian, Rusdi menyebut, pada hari ini, pihaknya juga memanggil salah satu pihak BPJS Kesehatan untuk melakukan klarifikasi terkait dengan munculnya dugaan kebocoran data WNI itu. "Pada hari ini, meminta klarifikasi dari pejabat BPJS Kesehatan. Dalam hal ini yang menangani operasional teknologi informasi di BPJS Kesehatan," ujar Rusdi. Baca juga: Database Diretas, Kejagung Langsung Koordinasi dengan BSSN dan AMC
Sementara itu, Kepala Pusat Operasi Keamanan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Ferdinand Mahulette mengakui pihaknya disertakan dalam mengusut perkara itu. "Sebenarnya kami tidak punya kapasitas untuk ngomong itu. Cuma memang tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS kesehatan," kata Ferdinand saat ditemui di Bareskrim, hari ini.
Lihat Juga :