Martin Manurung: Wimar Witoelar Ajarkan Arti Loyalitas yang Digagas Gus Dur
Kamis, 20 Mei 2021 - 07:09 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengatakan Wimar Witoelar mengajarkan arti penting loyalitas yang digagas Gus Dur. Foto/Ist
JAKARTA - Wimar Witoelar meninggal dunia pada Rabu 19 Mei 2021 pagi. Berpulangnya mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) itu meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah kalangan di Tanah Air.
Salah satunya yaitu anggota Komisi VI DPR RI, Martin Manurung. Dia mengaku sangat merasa kehilangan atas meninggalnya pria yang biasa disapa WW itu. Awal mula perkenalan dirinya dengan Wimar Witoelar pun tak luput dari ingatannya. “Kami saling memanggil dengan inisial nama. Saya memanggilnya “WW”, dan Wimar Witoelar memanggil saya “MM”. Kebetulan inisial kami sama-sama berhuruf kembar, bahkan hurufnya tinggal dibalik saja atas-bawah,” kata Martin kepada wartawan, Rabu (19/5/2021). Baca juga: Sandiaga Uno Kenang Sosok Wimar Witoelar sebagai Mentor dengan Jejaring Internasional
Martin pertama kali melihat sosok Wimar Witoelar di layar televisi pada era 1998-an. Ketika itu Wimar Witoelar menjadi pembawa acara untuk program talkshow. Kala itu Martin masih berstatus sebagai mahasiswa. “Seingat saya, saat itu adalah masa-masa awal di Fakultas Ekonomi Universtitas Indonesia (FEUI). Ketika itu masa-masa menjelang dan awal reformasi 1998. Saking senangnya saya dengan pandangan-pandangan WW, saya menulis email kepadanya dan WW pun membalasnya,” kenang politikus Partai Nasdem itu. Baca juga: Mantan Juru Bicara Gus Dur Wimar Witoelar Meninggal Dunia, Ini Profil Singkatnya
Pada 1999, Wimar Witoelar mengundang Martin untuk diwawancara pada program “Perspektif Baru”. “Saya kaget dan terus terang sedikit grogi. Saya yang masih mahasiswa akan diwawancarai oleh WW yang waktu itu sudah menjadi host yang terkenal,” sebutnya.
Salah satunya yaitu anggota Komisi VI DPR RI, Martin Manurung. Dia mengaku sangat merasa kehilangan atas meninggalnya pria yang biasa disapa WW itu. Awal mula perkenalan dirinya dengan Wimar Witoelar pun tak luput dari ingatannya. “Kami saling memanggil dengan inisial nama. Saya memanggilnya “WW”, dan Wimar Witoelar memanggil saya “MM”. Kebetulan inisial kami sama-sama berhuruf kembar, bahkan hurufnya tinggal dibalik saja atas-bawah,” kata Martin kepada wartawan, Rabu (19/5/2021). Baca juga: Sandiaga Uno Kenang Sosok Wimar Witoelar sebagai Mentor dengan Jejaring Internasional
Martin pertama kali melihat sosok Wimar Witoelar di layar televisi pada era 1998-an. Ketika itu Wimar Witoelar menjadi pembawa acara untuk program talkshow. Kala itu Martin masih berstatus sebagai mahasiswa. “Seingat saya, saat itu adalah masa-masa awal di Fakultas Ekonomi Universtitas Indonesia (FEUI). Ketika itu masa-masa menjelang dan awal reformasi 1998. Saking senangnya saya dengan pandangan-pandangan WW, saya menulis email kepadanya dan WW pun membalasnya,” kenang politikus Partai Nasdem itu. Baca juga: Mantan Juru Bicara Gus Dur Wimar Witoelar Meninggal Dunia, Ini Profil Singkatnya
Pada 1999, Wimar Witoelar mengundang Martin untuk diwawancara pada program “Perspektif Baru”. “Saya kaget dan terus terang sedikit grogi. Saya yang masih mahasiswa akan diwawancarai oleh WW yang waktu itu sudah menjadi host yang terkenal,” sebutnya.
Lihat Juga :