GoTo Siap Go Public, Mitra Driver Senang

Rabu, 19 Mei 2021 - 05:00 WIB
Merger antara dua perusahaan startup, Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo diharapkan membawa pengaruh positif bagi perekonomian Indonesia. (Ilustrasi: KORAN SINDO/Wawan Bastian)
SETELAH melalui penantian lama akhirnya Gojek dan Tokopedia resmi mengumumkan merger alias penggabungan. Merger kedua perusahaan digital karya putra-putri Indonesia itu memang sangat dinantikan publik, terutama kalangan investor pasar modal. Menanggapi merger dua perusahaan internet yang melahirkan nama GoTo itu disambut beragam masyarakat, mulai dari komentar bernada positif hingga bercanda. Wajar saja karena kedua perusahaan yang telah sukses mengambil hati konsumen itu memiliki sekitar 100 juta pengguna aktif bulanan. Hal itu terlihat dari respons saat merger diumumkan di Youtube. Akun Gojek ditonton sebanyak 25.812 kali dan akun Tokopedia sebanyak 29.322 kali, lalu menjadi trending topic Twitter di Indonesia. Lantas apa dampaknya terhadap konsumen dan mitra Gojek pascamerger perusahaan itu?

Euforia menyambut kehadiran GoTo tidak berhenti di media sosial (medsos), gaungnya tak kalah kencang di kalangan investor pasar modal. Sebab telah berembus kabar sebelumnya bahwa Gojek akan menjajal Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah merger dengan Tokopedia. Kabar merger itu menjadi kenyataan dan melahirkan GoTo, sebuah kolaborasi usaha terbesar di Indonesia sekaligus kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia saat ini. Lalu akankah segera terpenuhi harapan kalangan investor pasar modal untuk mencicipi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) GoTo?



Rupanya kalangan investor pasar modal mesti bersabar dulu. Mengutip pernyataan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, pihaknya belum menerima secuil kabar pun seputar pengajuan rencana IPO dari Gojek, Tokopedia atau entitas perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia. Meski demikian manajemen BEI siap selalu menerima dan memproses seluruh permohonan perusahaan yang berencana IPO dan mencatatkan saham di BEI. Untuk urusan IPO, Gede Nyoman Yetna menyatakan hal itu adalah sebuah keputusan perusahaan yang bersifat strategis. Sebelum IPO, manajemen perusahaan harus mempertimbangkan secara matang dan cermat sehingga bisa berjalan lancar.

Sebenarnya IPO GoTo tinggal menunggu waktu alias tak lama lagi. Sayangnya CEO Tokopedia William Tanuwijaya masih merahasiakan waktunya. Yang jelas penjualan saham kepada publik akan diwujudkan pada tahun ini. Sementara itu pendiri dan CEO Gojek Kevin Aluwi mengakui proses IPO masih digodok. Jadi calon investor harap bersabar dulu biar rencana besar itu (melepas saham ke publik) mendapat dukungan dari masyarakat dan seluruh konsumen di Indonesia. Untuk sementara, manajemen fokus dulu menyelesaikan pembentukan GoTo. Pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah memastikan kelancaran dan optimalisasi integrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!