Profil Singkat Ustaz Tengku Zulkarnain
Senin, 10 Mei 2021 - 19:52 WIB
Baca juga: Terpapar Covid-19 Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia di Pekanbaru
Selama hidup, dia sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada periode 2015 hingga 2020. Selain di MUI, Ustaz Tengku Zul juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla'ul Anwar, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan Islam.
Dalam pendidikan Agama Islam, pria berdarah Melayu Deli ini belajar ilmu fiqih dari gurunya yang bernama Syaikh Dahlan Musa dan dan ilmu Al-Qur'an dari Syaikh Azro'i Abdul Rauf. Dirinya memiliki seorang istri dan dua orang anak perempuan.
Beberapa aksinya kerap kali menimbulkan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat. Pada 2017 misalnya, ketika dia sempat ditolak warga Dayak Sintang saat berkunjung ke Kalimantan.
Agustus 2019, dia menuai sorotan lantaran menyebut letak calon Ibukota Indonesia yang baru yang terletak di Kalimantan Timur berada di garis lurus dengan Beijing, Ibukota Republik Rakyat Tiongkok. Tak hanya itu, dia berpendapat bahwa letak Ibukota tersebut dapat dengan mudah dijangkau dengan rudal.
Selama hidup, dia sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada periode 2015 hingga 2020. Selain di MUI, Ustaz Tengku Zul juga aktif sebagai Ketua Majelis Fatwa untuk PP Mathla'ul Anwar, sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan Islam.
Dalam pendidikan Agama Islam, pria berdarah Melayu Deli ini belajar ilmu fiqih dari gurunya yang bernama Syaikh Dahlan Musa dan dan ilmu Al-Qur'an dari Syaikh Azro'i Abdul Rauf. Dirinya memiliki seorang istri dan dua orang anak perempuan.
Beberapa aksinya kerap kali menimbulkan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat. Pada 2017 misalnya, ketika dia sempat ditolak warga Dayak Sintang saat berkunjung ke Kalimantan.
Agustus 2019, dia menuai sorotan lantaran menyebut letak calon Ibukota Indonesia yang baru yang terletak di Kalimantan Timur berada di garis lurus dengan Beijing, Ibukota Republik Rakyat Tiongkok. Tak hanya itu, dia berpendapat bahwa letak Ibukota tersebut dapat dengan mudah dijangkau dengan rudal.
Lihat Juga :