Tantangan Pendidikan Generasi Muda, TIDAR: Bukan Hanya Jadi Pintar tapi Cerdas

Jum'at, 07 Mei 2021 - 21:15 WIB
Dia menuturkan setelah mengenyam pendidikan baik formal maupun informal orang akan terbagi menjadi dua golongan. Yakni golongan orang yang pintar dan cerdas. "Orang yang pintar adalah orang yang nilai akademisi bagus. orang cerdas adalah orang yang bisa melihat peluang. ada orang yang cerdas saja dan ada orang pintar," kata Ferro.

Dia memberikan contoh orang yang cerdas adalah orang yang sukses namun tidak mengenyam pendidikan secara formal. Orang seperti banyak ditemukan di Indonesia. Kebanyakan mereka membuka usaha.

"Banyak pengusaha sukses mungkin tidak lulus SD, SMP, SMA dan seterusnya, bukan berarti mereka tidak mampu secara otak, mereka mampu tapi mereka cerdas, mereka bisa melihat kesempatan, mereka bisa meraih kesempatan. Mereka bisa mencapai titik a ke titik b, tapi orang pintar hafal prosedur hafal ilmunya," jelasnya.

Sementara orang yang pintar belum tentu dia sukses secara finansial. "Yang saya miris adalah banyak profesor di bidang IT, tapi kalau berbicara sofware enggenering atau kapan terakhir beliau membuat sofware, kadang-kadang mereka tidak pernah atau sama sekali tidak membuat software," katanya.

Maka dari itu, dia menyarankan kepada anak muda saat ini jadilah orang yang pintar tetapi juga cerdas. Dengan demikian, orang tersebut dapat melewati setiap masalah dan tantangan yang dihadapi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!