Pustaka Bergerak Sebut Program 10 Rumah Aman Wajib Dilanjutkan
Minggu, 19 April 2020 - 18:00 WIB
Program 10 Rumah Aman mendapatkan apresiasi besar. Program itu wajib diprioritaskan dan dilanjutkan, meski Indonesia nanti terbebas dari infeksi virus Corona. Foto/Istimewa
JAKARTA - Program 10 Rumah Aman mendapatkan apresiasi besar. Program itu wajib diprioritaskan dan dilanjutkan, meski Indonesia nanti terbebas dari infeksi Covid-19 atau virus Corona. Menurut Pustaka Begerak, 10 Rumah Aman menjadi program strategis untuk mensupport beragam kebijakan pemerintah. Selain lini kesehatan, sektor lain yang potensial didorong diantaranya kesejahteraan dan keamanan.
"Program 10 Rumah Aman wajib diteruskan, meski Covid-19 sudah hilang 100% di Indonesia. Program ini memiliki produk besar yang berguna bagi masyarakat. Selain sikap kemandirian dan gotong royong, di dalamnya terdapat bentuk solidaritas kemanusiaan yang tinggi," ungkap Founder Pustaka Bergerak Nirwan Ahmada Arsuka, Minggu (19/4/2020).
Beragam manfaat memang terus dirasakan masyarakat pascadigulirkannya program 10 Rumah Aman. Program tersebut menjadi kolaborasi besar Kantor Staf Presiden (KSP) juga Yayasan Sepuluh Rumah Aman. Konsep dan sistemnya telah diujicobakan di beberapa Rukun Tetangga (RT) di Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan. Hasilnya? Sangat memuaskan dan membantu masyarakat di segala aspek.
Diterapkan pada lingkungan terkecil Rukun Tetangga (RT), program 10 Rumah Aman memberi jaminan keamanan masyaraat melewati Pandemi Covid-19. Masyarakat mendapatkan informasi akurat terkait Covid-19, termasuk mengurai impact bawaannya. Ada banyak informasi yang diperoleh, diantaranya data rutin suhu tubuh warga yang diukur melalui Thermoscan atau Thermo Gun.
Melalui ‘Thermoscan’ pula didapat informasi jumlah kepala keluarga (KK) yang perlu uluran tangan. Dari situ juga didapatkan para donatur sekaligus pendistribusian bantuan sembako. Apalagi, jumlah KK yang perlu dibantu secara ekonomi terus meningkat jumlahnya. Nirwan menambahkan, program 10 Rumah Aman telah mengembalikan tatanan ideal dalam masyarakat.
"Sejak awal berkolaborasi dengan program 10 Rumah Aman, kami sangat tertarik. Program ini penuh dengan inspirasi. Masyarakat diajak bergotong royong. Kepekaan sosial mereka ditumbuhkan kembali. Semua diajak menyelesaikan beragam problem dan impactnya yang muncul di lingkungan sekitarnya. Sikap dan tatanan ideal kegotongroyongan dalam masyarakat telah dikembalikan," terang Nirwan.
"Program 10 Rumah Aman wajib diteruskan, meski Covid-19 sudah hilang 100% di Indonesia. Program ini memiliki produk besar yang berguna bagi masyarakat. Selain sikap kemandirian dan gotong royong, di dalamnya terdapat bentuk solidaritas kemanusiaan yang tinggi," ungkap Founder Pustaka Bergerak Nirwan Ahmada Arsuka, Minggu (19/4/2020).
Beragam manfaat memang terus dirasakan masyarakat pascadigulirkannya program 10 Rumah Aman. Program tersebut menjadi kolaborasi besar Kantor Staf Presiden (KSP) juga Yayasan Sepuluh Rumah Aman. Konsep dan sistemnya telah diujicobakan di beberapa Rukun Tetangga (RT) di Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan. Hasilnya? Sangat memuaskan dan membantu masyarakat di segala aspek.
Diterapkan pada lingkungan terkecil Rukun Tetangga (RT), program 10 Rumah Aman memberi jaminan keamanan masyaraat melewati Pandemi Covid-19. Masyarakat mendapatkan informasi akurat terkait Covid-19, termasuk mengurai impact bawaannya. Ada banyak informasi yang diperoleh, diantaranya data rutin suhu tubuh warga yang diukur melalui Thermoscan atau Thermo Gun.
Melalui ‘Thermoscan’ pula didapat informasi jumlah kepala keluarga (KK) yang perlu uluran tangan. Dari situ juga didapatkan para donatur sekaligus pendistribusian bantuan sembako. Apalagi, jumlah KK yang perlu dibantu secara ekonomi terus meningkat jumlahnya. Nirwan menambahkan, program 10 Rumah Aman telah mengembalikan tatanan ideal dalam masyarakat.
"Sejak awal berkolaborasi dengan program 10 Rumah Aman, kami sangat tertarik. Program ini penuh dengan inspirasi. Masyarakat diajak bergotong royong. Kepekaan sosial mereka ditumbuhkan kembali. Semua diajak menyelesaikan beragam problem dan impactnya yang muncul di lingkungan sekitarnya. Sikap dan tatanan ideal kegotongroyongan dalam masyarakat telah dikembalikan," terang Nirwan.
Lihat Juga :