Pegawai yang Gagal Tes ASN Disarankan Bentuk Wadah Mantan Pegawai KPK
Selasa, 04 Mei 2021 - 21:39 WIB
Di satu sisi, kata dia, mereka yang keluar dari KPK karena tidak lolos tes, tentu jika merasa memiliki idealis dan integritas kukuh, menurut saya, bukan akhir pengabdian mereka memberantas dan mencegah perilaku koruptif di Tanah Air.Baca juga: Pegawai KPK Gagal Tes ASN, Bambang Widjojanto: Bagian Siasat Hancurkan KPK
Atas dasar pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa selama ini di KPK, kata dia, mereka harus membantu negara dan atau pemerintah untuk 'membersihkan' negeri ini dari perilaku koruptif dengan membentuk sebuah wadah, sebut saja misalnya, Wadah Mantan Pegawai (WMP) KPK, jadi ada diksi "mantan."
Dia mengatakan, perkumpulan ini sekaligus berfungsi semacam "check and balances" bagi Komisioner, Dewan Pengawas (Dewas) dan Wadah Pegawai (WP) KPK dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).
"Saran saya agar semua komisioner, Dewas dan WK KPK terus melakukan 'pembersihan' dalam rangka pembenahan di internal KPK, termasuk menggali fakta, data dan bukti hukum terkait dengan para pegawai yang berintegritas rendah, seperti dugaan pencurian barang bukti itu, sehingga ke depan, tidak ada lagi pegawai KPK yang 'menari-nari' di atas penderitaan orang lain," tuturnya.Baca juga: Sikapi Postingan Fadjroel Rachman di Twitter, Fadli Zon Beri Komentar Menohok
Emrus juga berpendapat, materi tes wawasan kebangsaan biasanya antara lain menyangkut etika, moral dan mengukur perilaku keseharian, sehingga koesioner tes tersebut (bukan hasil test yang boleh jadi bersifat rahasia) bisa digunakan rujukan bagi KPK untuk perbaikan internal.
Atas dasar pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa selama ini di KPK, kata dia, mereka harus membantu negara dan atau pemerintah untuk 'membersihkan' negeri ini dari perilaku koruptif dengan membentuk sebuah wadah, sebut saja misalnya, Wadah Mantan Pegawai (WMP) KPK, jadi ada diksi "mantan."
Dia mengatakan, perkumpulan ini sekaligus berfungsi semacam "check and balances" bagi Komisioner, Dewan Pengawas (Dewas) dan Wadah Pegawai (WP) KPK dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).
"Saran saya agar semua komisioner, Dewas dan WK KPK terus melakukan 'pembersihan' dalam rangka pembenahan di internal KPK, termasuk menggali fakta, data dan bukti hukum terkait dengan para pegawai yang berintegritas rendah, seperti dugaan pencurian barang bukti itu, sehingga ke depan, tidak ada lagi pegawai KPK yang 'menari-nari' di atas penderitaan orang lain," tuturnya.Baca juga: Sikapi Postingan Fadjroel Rachman di Twitter, Fadli Zon Beri Komentar Menohok
Emrus juga berpendapat, materi tes wawasan kebangsaan biasanya antara lain menyangkut etika, moral dan mengukur perilaku keseharian, sehingga koesioner tes tersebut (bukan hasil test yang boleh jadi bersifat rahasia) bisa digunakan rujukan bagi KPK untuk perbaikan internal.
Lihat Juga :