Upacara Tabur Bunga KRI Nanggala di Banyuwangi, Jokowi Dijadwalkan Hadir
Kamis, 29 April 2021 - 06:26 WIB
Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri upacara tabur bunga mengenang jasa 53 prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan utara Bali, Kamis (29/4/2021). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri upacara tabur bunga untuk mengenang jasa 53 prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan utara Bali, Kamis (29/4/2021).
Baca juga: KSAL Tegaskan Bakal Perhatikan Masa Depan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi dan keluarga para prajurit dikabarkan akan memberikan penghormatan kepada awak kapal Nanggala di Dermaga Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Kegiatan tabur bunga tersebut dilakukan di KRI dr. Soeharso 990.
Baca juga: Beri Motivasi, KSAL Datangi Satu Per Satu Keluarga Korban KRI Nanggala 402
Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam di kedalaman lebih dari 750 meter di perairan pulau Bali saat sedang latihan. Sebanyak 53 awak kapal gugur.
Berhari-hari segala kekuatan dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi bangkal kapal selam buatan Jerman tersebut. TNI Angkatan Laut berkeyakinan KRI Nanggala tenggelam bukan disebabkan faktor human error, melainkan karena faktor alam.
Baca juga: KSAL Tegaskan Bakal Perhatikan Masa Depan Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi dan keluarga para prajurit dikabarkan akan memberikan penghormatan kepada awak kapal Nanggala di Dermaga Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Kegiatan tabur bunga tersebut dilakukan di KRI dr. Soeharso 990.
Baca juga: Beri Motivasi, KSAL Datangi Satu Per Satu Keluarga Korban KRI Nanggala 402
Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam di kedalaman lebih dari 750 meter di perairan pulau Bali saat sedang latihan. Sebanyak 53 awak kapal gugur.
Berhari-hari segala kekuatan dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi bangkal kapal selam buatan Jerman tersebut. TNI Angkatan Laut berkeyakinan KRI Nanggala tenggelam bukan disebabkan faktor human error, melainkan karena faktor alam.
(maf)
Lihat Juga :