KTT ASEAN Berakhir, Pemuda Perindo: Indonesia Harus Berani Tampil Atasi Krisis Politik & Kemanusiaan Myanmar
Selasa, 27 April 2021 - 16:45 WIB
Keempat, kendati ASEAN telah mengeluarkan konsensus bagi masalah Myanmar dan telah diterima oleh Jenderal Min Aung Hlaing, namun yang paling penting bagaimana memastikan konsensus itu dan agenda perdamaian untuk internal Myanmar itu berjalan untuk jangka masa panjang. "Di sini peran Indonesia harus tampil menjadi penyelesaian masalah untuk persoalan ini," ungkap Effendi.
Kelima, tentu harapannya Indonesia bersama negara-negara ASEAN lain harus mampu menjadi penengah atau mediator dalam penyelesaian konflik-konflik yang melibatkan kawasan Asia Tenggara dengan mengikuti aturan-aturan main yang ada dalam piagam ASEAN, khususnya untuk tidak menggunakan kekerasan.
Keenam, Pemuda Perindo menekankan pentingnya permasalahan dan isu-isu kekerasan terhadap sipil di Myanmar bisa dihentikan segera. ASEAN perlu memastikan konsensus itu diikuti dan dipatuhi oleh aktor-aktor politik termasuk militer di Myanmar. "Agar kondisi politik keamanan regional Asia Tenggara menjadi lebih stabil dan harmonis," jelas Effendi.
Diketahui, dalam KTT ASEAN disepakati lima konsensus, yakni kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai, ASEAN akan memfasilitasi mediasi, ASEAN akan memberi bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre, dan akan ada utusan khusus ASEAN ke Myanmar.
Kelima, tentu harapannya Indonesia bersama negara-negara ASEAN lain harus mampu menjadi penengah atau mediator dalam penyelesaian konflik-konflik yang melibatkan kawasan Asia Tenggara dengan mengikuti aturan-aturan main yang ada dalam piagam ASEAN, khususnya untuk tidak menggunakan kekerasan.
Keenam, Pemuda Perindo menekankan pentingnya permasalahan dan isu-isu kekerasan terhadap sipil di Myanmar bisa dihentikan segera. ASEAN perlu memastikan konsensus itu diikuti dan dipatuhi oleh aktor-aktor politik termasuk militer di Myanmar. "Agar kondisi politik keamanan regional Asia Tenggara menjadi lebih stabil dan harmonis," jelas Effendi.
Diketahui, dalam KTT ASEAN disepakati lima konsensus, yakni kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai, ASEAN akan memfasilitasi mediasi, ASEAN akan memberi bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre, dan akan ada utusan khusus ASEAN ke Myanmar.
(cip)
Lihat Juga :