Legislator Golkar Dorong Pendataan Alutsista TNI Tak Layak
Selasa, 27 April 2021 - 16:22 WIB
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Laksono, meminta agar ke depannya perlu dibentuk tim untuk melakukan inventarisasi atau pendataan terkait permasalahan alutsista dan alutsista tak layak. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Tenggelamnya KRI Nanggala 402 membuka ruang diskusi mengenai kelayakan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimiliki bangsa Indonesia, terlebih KRI tersebut sudah masuk alutsista Indonesia sejak 1981.
Terkait insiden tersebut, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Laksono, meminta agar ke depannya perlu dibentuk tim untuk melakukan inventarisasi atau pendataan terkait permasalahan alutsista dan alutsista tak layak. Baca juga: Pesan Terakhir Awak KRI Nanggala ke Istri: Saat Kapal Sudah Menyelam, Berdoalah Sama Allah SWT
“Pertama kan ini masih dalam proses extraction daripada bangkainya, sehingga bisa di-trace permasalahannya gimana, kejadiannya gimana. Tapi yang penting ke depannya, bukan hanya pada KRI Nanggala tok, justru sebaiknya tim ini benar-benar melakukan inventaris permasalahan dalam alutsista TNI gimana,” kata Dave kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021). Baca juga: TNI AL Masih Diskusikan Cara Angkat Bangkai KRI Nanggala 402
Karena, Dave melanjutkan, sepengetahuannya KRI Nanggala 402 itu sebenarnya sudah tidak layak, karena sudah terlambat 3 tahun service-nya. Dan KRI Naggala 402 terakhir diretrofit pada 2012 dan semestinya 6 tahun kemudian sudah harus overhaul lagi. “Ini kan sudah hampir 4 tahun terlambat,” imbuhnya.
Terkait insiden tersebut, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Akbarshah Laksono, meminta agar ke depannya perlu dibentuk tim untuk melakukan inventarisasi atau pendataan terkait permasalahan alutsista dan alutsista tak layak. Baca juga: Pesan Terakhir Awak KRI Nanggala ke Istri: Saat Kapal Sudah Menyelam, Berdoalah Sama Allah SWT
“Pertama kan ini masih dalam proses extraction daripada bangkainya, sehingga bisa di-trace permasalahannya gimana, kejadiannya gimana. Tapi yang penting ke depannya, bukan hanya pada KRI Nanggala tok, justru sebaiknya tim ini benar-benar melakukan inventaris permasalahan dalam alutsista TNI gimana,” kata Dave kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2021). Baca juga: TNI AL Masih Diskusikan Cara Angkat Bangkai KRI Nanggala 402
Karena, Dave melanjutkan, sepengetahuannya KRI Nanggala 402 itu sebenarnya sudah tidak layak, karena sudah terlambat 3 tahun service-nya. Dan KRI Naggala 402 terakhir diretrofit pada 2012 dan semestinya 6 tahun kemudian sudah harus overhaul lagi. “Ini kan sudah hampir 4 tahun terlambat,” imbuhnya.
Lihat Juga :