Selain KH Hasyim Asy'ari, Gus Dur dan Ayah Prabowo Juga Hilang di Kamus Sejarah

Rabu, 21 April 2021 - 09:43 WIB
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan nama Gus Dur dan Sumitro Djojohadikusumo tidak ada dalam Kamus Sejarah Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menyoroti sejumlah peristiwa yang terjadi di lingkungan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam beberapa bulan terakhir. Termutakhir terkait hilangnya nama KH Hasyim Asy'ari dari draf Kamus Sejarah Indonesia yang dibuat Kemendikbud.

Arsul menyebutkan, setidaknya ada 3 peristiwa beruntun dalam waktu berdekatan terkait Kemendikbud yang menurut Arsul Sani justru menambah atau menciptakan beban politik bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di mata umat Islam tertentu.



"Pertama, hilang atau tidak ada-nya frase agama dalam draf/rancangan peta jalan pendidikan nasional (PJPN). Kedua, tidak tercantumnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam peraturan pemerintah yang diprakarsai yang kemudian menjadi PP No 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ketiga, soal hilangnya pendiri NU dan pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari dr buku atau kamus sejarah online yg diterbitkan dan dikelola oleh Direktorat Sejarah, Ditjen Kebudayaan-Kemendikbud," kata Arsul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: PKB Desak Kemendikbud Usut Pembocor Draf Kamus Sejarah Indonesia
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!