Jurus Pemerintah Upayakan COVID-19 di Indonesia Tak seperti India
Rabu, 21 April 2021 - 01:32 WIB
“Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Kalaupun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan,” jelas Nadia.
Pemerintah pun berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa menahan diri sehingga tidak melakukan mudik. Nadia mengaku bisa memahami bahwa masyarakat menginginkan sekali bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
“Tapi tentunya kita menahan diri jangan sampai kemudian terjadi pelonjakan kasus di kemudian hari. Kita tahu bahwa peningkatan kasus selalu berhubungan dengan mobilitas yang tinggi,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah sekitar 17 juta dosis vaksin yang disuntikan sampai saat ini. “Orangnya itu ada 11.100.000 untuk dosis pertama dan dosis kedua 6,1 juta. Jadi sudah 17 juta dosis vaksin yang sudah kita suntikan,” kata Nadia.
Dia melanjutkan jika vaksinasi semakin cepat dan banyak atau 70% jumlah penduduk Indonesia sudah divaksin maka kekebalan kelompok akan terjadi. Kondisi itu pasti akan menekan laju penularan COVID-19.
Pemerintah pun berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa menahan diri sehingga tidak melakukan mudik. Nadia mengaku bisa memahami bahwa masyarakat menginginkan sekali bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
“Tapi tentunya kita menahan diri jangan sampai kemudian terjadi pelonjakan kasus di kemudian hari. Kita tahu bahwa peningkatan kasus selalu berhubungan dengan mobilitas yang tinggi,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah sekitar 17 juta dosis vaksin yang disuntikan sampai saat ini. “Orangnya itu ada 11.100.000 untuk dosis pertama dan dosis kedua 6,1 juta. Jadi sudah 17 juta dosis vaksin yang sudah kita suntikan,” kata Nadia.
Dia melanjutkan jika vaksinasi semakin cepat dan banyak atau 70% jumlah penduduk Indonesia sudah divaksin maka kekebalan kelompok akan terjadi. Kondisi itu pasti akan menekan laju penularan COVID-19.
Lihat Juga :