Soal Koalisi Partai Islam, Zulkifli Hasan Ungkap Luka Pilpres 2019
Jum'at, 16 April 2021 - 11:07 WIB
Zulkifli menilai koalisi partai Islam 2024 justru akan memperkuat politik aliran di negara kita. "Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan," tandasnya.Baca juga: Wacana Poros Partai Islam di 2024, PKS-PPP Mulai Lakukan Penjajakan
Dia menegaskan PAN saat ini sedang memperjuangkan dan memperkuat politik gagasan. Politik yang mengedepankan konsep dan program.
"Seharusnya saat ini kita bersama-sama berpikir untuk kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, merumuskan gagasan tentang kedaulatan, dan seterusnya," tutur Zulkifli.
Dia juga mengajak untuk berpikir untuk mendorong pemerintahan yang bersih, bagaimana memiliki hukum yang adil, dan ekonomi yang setara. "Bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain, bagaimana memperkuat militer dan pertahanan kita, bagaimana menciptakan harmoni di tengah segala perbedaan yang ada," tuturnya.
Zulkifli mengatakan, gagasan PAN tentang Islam adalah Islam substansial, Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. "Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu," ujarnya.
Dia menegaskan PAN saat ini sedang memperjuangkan dan memperkuat politik gagasan. Politik yang mengedepankan konsep dan program.
"Seharusnya saat ini kita bersama-sama berpikir untuk kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, merumuskan gagasan tentang kedaulatan, dan seterusnya," tutur Zulkifli.
Dia juga mengajak untuk berpikir untuk mendorong pemerintahan yang bersih, bagaimana memiliki hukum yang adil, dan ekonomi yang setara. "Bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain, bagaimana memperkuat militer dan pertahanan kita, bagaimana menciptakan harmoni di tengah segala perbedaan yang ada," tuturnya.
Zulkifli mengatakan, gagasan PAN tentang Islam adalah Islam substansial, Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. "Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu," ujarnya.
(dam)
Lihat Juga :