Lebih 700 Orang Tewas di Myanmar, PKS Desak Digelarnya KTT ASEAN

Kamis, 15 April 2021 - 18:46 WIB
“Yang terjadi di Myanmar saat ini sudah mengarah kepada pembunuhan massal oleh rezim secara sistematis. Ini bentuk kejahatan hak asasi manusia (HAM) yang sangat berat,” jelasnya.

Baca juga: Tentara Myanmar Gunakan Peluncur Granat, Puluhan Demonstran Tewas

Dia memaparkan ada prinsip tanggung jawab internasional untuk melindungi (responsibility to protect/R2P) yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan prinsip itu, dimungkinkan adanya intervensi langsung dari suatu negara jika negara lain dianggap gagal melindungi warganya dari kekerasan.

Para pemimpin ASEAN tentu sangat paham dengan prinsip tersebut. Sukamta menyatakan situasi di Myanmar saat ini dibutuhkan campur tangan komunitas internasional. Krisis di Myanmar bisa bertambah pelik dengan masuknya permasalahan konflik etnis.

“Jika isu bergeser dari masalah kudeta dan pembatasan warga sipil ke isu konflik etnis, tentu akan lebih menyulitkan bagi ASEAN untuk campur tangan. Itu sebabnya KTT ASEAN harus segera diwujudkan,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!