BNPB Ingatkan Perubahan Iklim Menjadi Ancaman Baru Pemicu Bencana
Rabu, 14 April 2021 - 14:24 WIB
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan mengingatkan bahwa masalah perubahan iklim menjadi ancaman baru yang berpotensi menimbulkan bencana. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Bencana akibat perubahan iklim semakin nyata. Salah satunya dibuktikan dengan bencana banjir bandang juga tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat siklon tropis seroja . Siklon tropis seroja yang melanda NTT ini adalah bukti dampak perubahan iklim karena terjadi di area yang tidak semestinya.
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan pun mengingatkan bahwa masalah perubahan iklim menjadi ancaman baru yang berpotensi menimbulkan bencana.
"Memang masalah perubahan iklim ini menjadi ancaman baru ya yang sudah mulai terlihat," katanya dalam dialog Potret 10 Tahun Kebijakan dan Aksi Pengurangan Risiko Bencana Iklim di Indonesia secara virtual, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: BNPB: 95% Bencana di Indonesia adalah Bencana Hidrometeorologi
Lilik pun mengungkapkan salah satu contoh bencana dari perubahan iklim adalah siklon tropis seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu yang berdampak cukup besar. Di mana sebanyak 178 orang meninggal dunia, bahkan ribuan orang masih mengungsi.
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan pun mengingatkan bahwa masalah perubahan iklim menjadi ancaman baru yang berpotensi menimbulkan bencana.
"Memang masalah perubahan iklim ini menjadi ancaman baru ya yang sudah mulai terlihat," katanya dalam dialog Potret 10 Tahun Kebijakan dan Aksi Pengurangan Risiko Bencana Iklim di Indonesia secara virtual, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: BNPB: 95% Bencana di Indonesia adalah Bencana Hidrometeorologi
Lilik pun mengungkapkan salah satu contoh bencana dari perubahan iklim adalah siklon tropis seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu yang berdampak cukup besar. Di mana sebanyak 178 orang meninggal dunia, bahkan ribuan orang masih mengungsi.
Lihat Juga :