Regenerasi di PDIP, Pengamat Nilai Bisa Munculkan Faksi dan Konflik Keluarga
Selasa, 13 April 2021 - 15:27 WIB
Implikasinya kata Umam, Puan memiliki basis jaringan dan akar politik yang lebih kuat di level pengurus PDIP di daerah, dibanding Prananda. Dalam masa transisi kepemimpinan, PDIP akan membutuhkan pemimpin muda yang memiliki otot politik yang lebih kuat.
Sebab menurutnya, masa-masa transisi ini akan terus dibayangi oleh manuver para 'makelar kekuasaan' yang gemar mencari target-target untuk diterkam, guna mengambilalih secara paksa infrastruktur politik yang telah mapan, sebagaimana yang terjadi di Partai Demokrat saat ini.
"(Nampaknya) belum ada tanda-tanda arah restu politik Bu Mega. Sebagai Ibu bagi kedua kakak-beradik itu, sekaligus patron politik PDIP, arah kebijakan Megawati tentunya akan diarahkan untuk menjamin stabilitas politik di internal partainya," ujarnya.
Kendati begitu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu mengingatkan bahwa proses peredaman itu belum tentu berhasil jika ada salah satu pihak yang tercongkel egonya.
"Pertentangan antar-ego inilah yang perlu diantisipasi awal dari konflik dan faksionalisme di internal PDIP," pungkasnya.
Sebab menurutnya, masa-masa transisi ini akan terus dibayangi oleh manuver para 'makelar kekuasaan' yang gemar mencari target-target untuk diterkam, guna mengambilalih secara paksa infrastruktur politik yang telah mapan, sebagaimana yang terjadi di Partai Demokrat saat ini.
"(Nampaknya) belum ada tanda-tanda arah restu politik Bu Mega. Sebagai Ibu bagi kedua kakak-beradik itu, sekaligus patron politik PDIP, arah kebijakan Megawati tentunya akan diarahkan untuk menjamin stabilitas politik di internal partainya," ujarnya.
Kendati begitu, Dosen Politik Universitas Paramadina itu mengingatkan bahwa proses peredaman itu belum tentu berhasil jika ada salah satu pihak yang tercongkel egonya.
"Pertentangan antar-ego inilah yang perlu diantisipasi awal dari konflik dan faksionalisme di internal PDIP," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :