Kilas Balik Penemuan CVR Sriwijaya Air hingga Berhasil Diunduh KNKT
Selasa, 13 April 2021 - 13:43 WIB
Soerjanto lalu memaparkan rangkaian investigasi kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 pada 9 Januari 2021 dalam rute penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta tujuan Bandara Internasional Supadio, Pontianak menggunakan pesawat udara Boeing 737-500 registrasi PK-CLC yang diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan 56 penumpang.
Tiga hari pasca terjadinya kecelakaan yaitu pada 12 Januari 2021, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan. Hasil data yang telah diolah oleh KNKT diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report) pada 10 Februari 2021.
"Sampai dengan berakhirnya proses pencarian para korban SJ-182 yang dipimpin oleh Basarnas pada tanggal 22 Januari 2021, CVR belum ditemukan. Untuk itu, KNKT melanjutkan proses pencarian CVR di sekitar area ditemukannya FDR," tutur Soerjanto.
Baca juga: Metode Inilah yang Menemukan CVR Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu
Pada 26 Januari sampai 14 Februari 2021, tim KNKT bersama dengan tim penyelam dari Pulau Pari (Kepulauan Seribu) melanjutkan pencarian CVR dengan pembuatan perimeter 50 x 50 meter di bawah air oleh para penyelam. Proses pencarian CVR juga melibatkan metode penyemprotan lumpur di sekitar penemuan FDR oleh para penyelam, tapi proses ini tidak mendapatkan hasil. Kendala utama dalam proses pencarian CVR ini adalah cuaca dan jarak pandang yang terbatas di bawah air.
Tiga hari pasca terjadinya kecelakaan yaitu pada 12 Januari 2021, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan. Hasil data yang telah diolah oleh KNKT diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report) pada 10 Februari 2021.
"Sampai dengan berakhirnya proses pencarian para korban SJ-182 yang dipimpin oleh Basarnas pada tanggal 22 Januari 2021, CVR belum ditemukan. Untuk itu, KNKT melanjutkan proses pencarian CVR di sekitar area ditemukannya FDR," tutur Soerjanto.
Baca juga: Metode Inilah yang Menemukan CVR Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu
Pada 26 Januari sampai 14 Februari 2021, tim KNKT bersama dengan tim penyelam dari Pulau Pari (Kepulauan Seribu) melanjutkan pencarian CVR dengan pembuatan perimeter 50 x 50 meter di bawah air oleh para penyelam. Proses pencarian CVR juga melibatkan metode penyemprotan lumpur di sekitar penemuan FDR oleh para penyelam, tapi proses ini tidak mendapatkan hasil. Kendala utama dalam proses pencarian CVR ini adalah cuaca dan jarak pandang yang terbatas di bawah air.
Lihat Juga :