Impor Vaksin Covid-19 Sebaiknya Tetap Dilakukan BUMN

Senin, 12 April 2021 - 22:01 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/12/2020) malam langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Bandung, Jawa Barat pada Senin (7/12/2020). FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Perkembangan pengadaan vaksin Covid-19 dalam dua pekan terakhir ini memperlihatkan gejala yang kurang baik dipandang dari sisi kepentingan nasional. Jumlah Vaksin dari AstraZeneca dan Sinovac mengalami perubahan jadwal akibat beberapa keadaan eksternal.

Publik sebenarnya belum mendapat informasi yang cukup mengapa kedatangan vaksin tidak sesuai jadwal yang disampaikan semula. Tentu saja ini soal manajemen dan soal reputasi dalam berbangsa. Banyak kalangan yang meminta agar pemerintah terbuka dan transparan soal ini.



Apalagi perubahan jadwal kedatangan vaksin ini dikaitkan dengan peran swasta untuk mendatangkan vaksin. Seperti diketahui, pada 1 Desember 2020 lalu Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan dengan tegas bahwa untuk melindungi kepentingan masyarakat dan bangsa, pihak swasta tidak diperbolehkan melakukan impor vaksin Covid.

Baca juga: Dampak Embargo India, Menkes: Stok Vaksin Indonesia Tinggal 7 Juta

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!