Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Diharap Lahirkan Pemimpin Berjiwa Nasionalis

Minggu, 11 April 2021 - 13:54 WIB
Dia mengatakan, penamaan Karang Tumaritis pada padepokan itu membuatnya terkenang masa kecil yang suka menonton ketoprak. Kata Hasto, dalam ketoprak ada sosok Mahesa Jenar yang menggembleng kemampuan ilmu sostro biolonya di Padepokan Karang Tumaritis. Dia merasakan suasana yang menggelorakan kebudayaan Indonesia.

"Bung karno mengatakan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan. Di situlah padepokan ini, semua suku dan agama, semua umat manusia Indonesia bisa bersatu dalam semangat yang sama, bergelora dengan tegap yang sama, yaitu untuk Indonesia raya kita," kata Hasto dengan nada berapi-api.

Baca juga: Soal Peluang Ganjar Diusung PDIP di 2024, Hasto: Ibu Mega yang Ambil Keputusan



Sementara itu, Pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Ananta Wahana mengungkapkan awal berdirinya padepokan. Ananta menjelaskan, lahan seluas 4.000 meter itu merupakan hutan bambu yang penuh ular sebelum disulap menjadi tempat nyaman bagi masyarakat untuk datang belajar, berdiskusi atau sekadar berkumpul masyarakat.

"Kini, tempat ini sudah menjadi tempat belajar dan wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk menempa diri mereka lewat latihan-latihan kepemimpinan, kelas-kelas filsafat, seminar, dan bahkan menjadi ajang bagi beberapa komunitas seni budaya untuk berlatih mengekspresikan diri mereka," kata Ananta.

Padepokan juga menyediakan ruang-ruang kelas untuk tempat belajar anak usia dini, bahkan kerap menjadi sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi dari daerah-daerah konflik di Timur Tengah seperti Siria, Irak, dan Afganistan. "Semangat pendirian Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis tidak lepas dari cita-cita awal pendirian padepokan tersebut agar menjadi kebun tempat persemaian kader-kader nasionalis dan pancasilais yang unggul," ujar Ananta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!