Cegah Terulangnya Pencurian Barang Bukti, KPK Akan Lakukan Rotasi
Sabtu, 10 April 2021 - 12:43 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melakukan rotasi dan pembenahan untuk menghindari kejadian pencurian barang bukti kasus korupsi kembali terulang. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bakal melakukan rotasi dan pembenahan untuk menghindari kejadian pencurian barang bukti kasus korupsi kembali terulang.
Baca juga: Dugaan Penghilangan Barang Bukti, Politikus Demokrat Bilang Begini ke KPK
Pegawai KPK berinisial IGAS kedapatan mencuri barang bukti (barbuk) kasus suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Barbuk yang dicuri itu berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.
"Oleh karena itu, kami akan kemudian melakukan perbaikan akan merotasi, maksudnya rotasi apa? rotasi baik personel maupun secara reguler kunci itu agar menggunakan kode kode yang selalu akan secara reguler kami acak kembali," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Dewas Beberkan Kronologi Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg
Rotasi dan pembenahan, Ghufron menjelaskan, dalam tata kelola alat bukti terdapat pengamanan tiga lapis untuk menuju tersebut. Sebab itu, nantinya akan dilakukan pergantian password yang berganti-ganti.
Baca juga: Dugaan Penghilangan Barang Bukti, Politikus Demokrat Bilang Begini ke KPK
Pegawai KPK berinisial IGAS kedapatan mencuri barang bukti (barbuk) kasus suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Barbuk yang dicuri itu berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.
"Oleh karena itu, kami akan kemudian melakukan perbaikan akan merotasi, maksudnya rotasi apa? rotasi baik personel maupun secara reguler kunci itu agar menggunakan kode kode yang selalu akan secara reguler kami acak kembali," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Dewas Beberkan Kronologi Pegawai KPK Curi Barang Bukti Emas Batangan 1,9 Kg
Rotasi dan pembenahan, Ghufron menjelaskan, dalam tata kelola alat bukti terdapat pengamanan tiga lapis untuk menuju tersebut. Sebab itu, nantinya akan dilakukan pergantian password yang berganti-ganti.
Lihat Juga :