Tak Hanya Prabowo, Ini Anak Buah Jokowi yang Berpeluang Nyapres di 2024
Sabtu, 10 April 2021 - 10:33 WIB
Pendapat senada disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. “Bisa kita lihat dari dua kelompok. Pertama, kelompok dengan potensi keterusungan, Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto. Meskipun dari sisi elektabilitas belum memastikan keduanya mendominasi pilihan koalisi yang akan dibentuk kemudian, setidaknya mereka punya kuasa atas Parpol masing-masing,” kata Dedi kepada SINDOnews secara terpisah.
Kedua, Dedi mengungkapkan kelompok dari sisi profesional yang punya modal popularitas. “Bisa saja Tito Karnavian, Erick Thohir, Sandiaga Uno, atau bahkan Risma Trimaharini. Kelompok profesional sebetulnya lebih leluasa meningkatkan elektabilitas mengingat mereka tidak terafiliasi di Parpol,” tutur Dedi.
Sementara itu, pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengatakan bahwa dibandingkan figur kepala daerah, sosok menteri di kabinet Jokowi periode kedua sekarang ini diprediksi akan menjadi "the next president" Indonesia berikutnya.
Igor menuturkan, di Amerika Serikat siklus pergantian presiden terjadi hanya antara kader Partai Demokrat atau partai republik. Di Jerman, siklusnya lebih ke jenis kelamin, yaitu perempuan atau laki-laki yang akan menjadi kepala pemerintahannya (Perdana Menteri),” tutur Igor kepada SINDOnews. Baca juga: Survei SMRC: Pendukung Setia Jokowi Dukung Ganjar Jadi Capres 2024, Bukan Puan Maharani
Sedangkan siklus pergantian kepemimpinan nasional di Indonesia, menurut Igor, bersumber dari figur yang berlatar belakang militer atau sipil. Dia menambahkan, indikasi lainnya adalah pemilu demokratis pasca reformasi sejak tahun 2004 juga menghadirkan pergantian presiden dari sosok menteri berlatar belakang militer atau figur kepala daerah alias sipil.
Kedua, Dedi mengungkapkan kelompok dari sisi profesional yang punya modal popularitas. “Bisa saja Tito Karnavian, Erick Thohir, Sandiaga Uno, atau bahkan Risma Trimaharini. Kelompok profesional sebetulnya lebih leluasa meningkatkan elektabilitas mengingat mereka tidak terafiliasi di Parpol,” tutur Dedi.
Sementara itu, pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara mengatakan bahwa dibandingkan figur kepala daerah, sosok menteri di kabinet Jokowi periode kedua sekarang ini diprediksi akan menjadi "the next president" Indonesia berikutnya.
Igor menuturkan, di Amerika Serikat siklus pergantian presiden terjadi hanya antara kader Partai Demokrat atau partai republik. Di Jerman, siklusnya lebih ke jenis kelamin, yaitu perempuan atau laki-laki yang akan menjadi kepala pemerintahannya (Perdana Menteri),” tutur Igor kepada SINDOnews. Baca juga: Survei SMRC: Pendukung Setia Jokowi Dukung Ganjar Jadi Capres 2024, Bukan Puan Maharani
Sedangkan siklus pergantian kepemimpinan nasional di Indonesia, menurut Igor, bersumber dari figur yang berlatar belakang militer atau sipil. Dia menambahkan, indikasi lainnya adalah pemilu demokratis pasca reformasi sejak tahun 2004 juga menghadirkan pergantian presiden dari sosok menteri berlatar belakang militer atau figur kepala daerah alias sipil.
Lihat Juga :